Semarang Dibuat Gempar, Pelajar Konvoi Bawa Sajam

Jumat, 23 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengamankan pelajar yang membawa senjata tajam saat konvoi motor di Semarang dini hari.(Dok Istimewa)

Polisi mengamankan pelajar yang membawa senjata tajam saat konvoi motor di Semarang dini hari.(Dok Istimewa)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Tim Elang Polrestabes Semarang mengamankan empat remaja yang kedapatan membawa senjata tajam saat konvoi sepeda motor di kawasan Tugu, Kota Semarang, pada Jumat (23/5/2025) dini hari. Salah satu pelaku diketahui masih berusia 17 tahun dan berstatus sebagai pelajar.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di Jalan Walisongo KM 10, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu. Kapolsek Tugu, Kompol Fajar Widianto, menjelaskan bahwa para remaja ini terlihat mencurigakan saat berboncengan menggunakan dua sepeda motor sambil membawa clurit.

“Petugas yang sedang melakukan patroli mencurigai gerak-gerik empat remaja tersebut. Ketika dihentikan, dua orang mencoba melarikan diri, namun berhasil diamankan di kawasan Kalibanteng,” ujar Kompol Fajar, Jumat (23/5/2025).

Hasil pemeriksaan mengungkapkan bahwa para remaja tersebut diduga hendak melakukan aksi tawuran di kawasan Cipta, Semarang Utara.

Beruntung, rencana tersebut berhasil digagalkan berkat patroli rutin yang dilakukan aparat kepolisian.

Ironisnya, para pelaku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP). Salah satu tersangka berinisial RFO (17), warga Miroto, Semarang Tengah, tertangkap membawa clurit berwarna hitam. Ia diamankan bersama GI (15), pelajar asal Bulu Lor, Semarang Utara.

Selain senjata tajam, polisi juga menyita satu unit sepeda motor Honda Revo warna hitam yang digunakan dalam konvoi.

“Kasus ini menjadi peringatan bagi para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka. Jangan sampai terjerumus dalam tindakan kriminal yang bisa merusak masa depan,” tambah Kompol Fajar.

Atas perbuatannya, RFO dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam tanpa izin. Saat ini kasus ditangani lebih lanjut oleh Polrestabes Semarang.

Penulis : Sapta

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi
Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:17

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Berita Terbaru