Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Penguatan Ekosistem Pemuda dan Perlindungan Atlet di Kemenpora

Jumat, 30 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI Lia Istifhama saat kunjungan kerja dan dialog dengan Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Yohan, Jakarta, Selasa (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Senator DPD RI Lia Istifhama saat kunjungan kerja dan dialog dengan Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Yohan, Jakarta, Selasa (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI Lia Istifhama melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Jakarta, untuk membahas penguatan ekosistem kepemudaan nasional, pengembangan program magang bersertifikat, serta perlindungan atlet pascakarier. Dalam pertemuan tersebut, Lia berdialog langsung dengan Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Drs. Yohan, M.Si., membicarakan tantangan dan arah kebijakan kepemudaan ke depan.

Pertemuan ini menyoroti urgensi kehadiran negara dalam menjamin keberlanjutan masa depan atlet setelah tidak lagi aktif bertanding. Lia Istifhama menilai, perhatian terhadap atlet tidak boleh berhenti pada fase prestasi, tetapi harus berlanjut hingga masa transisi dan pascakarier agar para atlet tetap memperoleh kesejahteraan yang layak.

“Usia atlet itu terbatas. Setelah mereka selesai berprestasi, negara tidak boleh meninggalkan begitu saja,” ujar Lia.

Menurut Lia, atlet merupakan duta bangsa yang telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu, negara memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan perlindungan yang manusiawi, termasuk akses pendidikan lanjutan, peluang kerja, serta skema jaminan hari tua atau pensiun. Ia mengapresiasi Kemenpora yang telah menginisiasi komunikasi lintas kementerian terkait wacana beasiswa dan perlindungan sosial bagi atlet.

Selain isu atlet, dialog juga menekankan pentingnya pembinaan karakter pemuda sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Lia menyoroti tantangan generasi muda di tengah disrupsi digital, derasnya arus informasi, serta potensi tumbuhnya sikap apatis jika tidak diimbangi dengan nilai patriotisme, empati sosial, dan ketangguhan karakter.

Dalam paparannya, Kemenpora menyampaikan bahwa tantangan kepemudaan saat ini diperberat oleh tingginya proporsi pemuda dalam kategori NEET (Not in Employment, Education, and Training) yang mencapai 23,78 persen. Angka ini menunjukkan masih besarnya kelompok pemuda yang belum terserap dalam dunia pendidikan, pelatihan, maupun kerja, sehingga membutuhkan intervensi kebijakan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Merespons kondisi tersebut, Lia mendukung strategi Kemenpora dalam mendorong program pelatihan dan pemagangan bersertifikat. Menurutnya, sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan kapasitas pemuda.

“Hari ini ijazah saja tidak cukup. Pemuda perlu keterampilan dan pengalaman yang diakui, dan itu dibuktikan dengan sertifikat,” kata Lia.

Kemenpora menegaskan bahwa program pelatihan bersertifikat tidak berhenti pada penerbitan dokumen, tetapi diarahkan pada penguatan kompetensi riil serta dukungan keberlanjutan, termasuk pengembangan ekosistem kewirausahaan. Berbagai pelatihan telah dilaksanakan di sejumlah daerah, termasuk Jawa Timur pada Desember lalu, dengan melibatkan peserta kepemudaan lintas latar belakang.

Pertemuan ini juga membahas inovasi desain program kepemudaan agar menjangkau lebih luas dari total sekitar 66,83 juta pemuda Indonesia. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pengembangan youth camp dan pertukaran pemuda secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional dan internasional.

Selain itu, dibahas pula rencana penempatan pemuda magang di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) daerah. Program ini diharapkan memperkuat literasi kepemudaan, mendukung komunikasi publik program pemerintah, sekaligus mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam layanan kepemudaan.

“Ketika pemuda dilibatkan secara nyata, akan tumbuh rasa bangga dan kepedulian terhadap program kepemudaan,” ujar Lia.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Yohan menegaskan komitmen Kemenpora untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta mitra strategis lainnya. Sinergi ini dinilai penting agar kebijakan kepemudaan berjalan adaptif, inklusif, dan berorientasi masa depan.

Kunjungan kerja ini menegaskan sinergi antara DPD RI dan Kemenpora RI dalam membangun generasi muda Indonesia yang berkarakter, kompeten, produktif, dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru