JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi langkah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam memperkuat program magang dan pelatihan bersertifikat bagi pemuda. Program tersebut dinilai relevan untuk meningkatkan kesiapan kerja dan daya saing generasi muda di tengah perubahan struktur ketenagakerjaan nasional.
Apresiasi itu disampaikan Lia dalam dialog bersama Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Drs. Yohan, M.Si, di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Lia menilai pendekatan magang yang terintegrasi dengan sertifikasi kompetensi menjadi jawaban konkret atas tantangan pengangguran pemuda yang kian kompleks.
“Hari ini ijazah saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah keterampilan dan pengalaman kerja yang dibuktikan dengan sertifikat,” kata Lia.
Ia menyoroti masih banyak pemuda Indonesia dengan latar pendidikan tinggi, tetapi belum sepenuhnya siap memasuki dunia kerja karena minim pengalaman praktis. Kondisi ini, menurut Lia, menyebabkan ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri.
Dalam dialog itu, Kemenpora memaparkan sejumlah program pelatihan kepemudaan yang dirancang menghasilkan sertifikat kompetensi sekaligus membekali peserta dengan keterampilan aplikatif. Fokus pelatihan diarahkan pada bidang teknologi informasi, komunikasi, dan kewirausahaan, dengan melibatkan lembaga sertifikasi kompetensi agar hasilnya diakui secara luas.
Lia mengapresiasi komitmen Kemenpora yang memastikan sertifikasi tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Ia menilai sertifikat harus mencerminkan kemampuan riil sehingga dapat menjadi modal nyata bagi pemuda untuk mengakses lapangan kerja atau merintis usaha mandiri.
“Sertifikat itu harus benar-benar mencerminkan kemampuan. Dengan begitu, pemuda punya bekal untuk bekerja di mana saja atau membuka usaha sendiri,” ujarnya.
Selain aspek keterampilan, Lia menilai program magang berperan penting dalam pembentukan karakter kerja, seperti disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi. Pengalaman langsung di lingkungan kerja dinilai membantu pemuda memahami realitas dunia kerja sejak dini dan mengurangi potensi kekecewaan saat memasuki pasar tenaga kerja.
Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Yohan menjelaskan bahwa program magang dan sertifikasi merupakan bagian dari strategi nasional menekan angka pengangguran pemuda. Kemenpora terus memperluas kolaborasi dengan kementerian lain, pemerintah daerah, serta dunia usaha agar akses pelatihan semakin merata.
Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara DPD RI dan Kemenpora dalam mendorong kebijakan kepemudaan yang adaptif. Lia berharap perluasan program magang dan sertifikasi dapat terus dilakukan agar semakin banyak pemuda Indonesia memiliki kompetensi relevan dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Investasi terbaik bangsa adalah memastikan pemudanya siap kerja dan siap mandiri,” tutup Lia.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar