Kemenpora Bahas Skema Pensiun Atlet, Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Kebijakan Berkelanjutan

Jumat, 30 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat dialog dengan Kemenpora membahas beasiswa dan jaminan hari tua atlet di Jakarta, Selasa (30/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul- RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat dialog dengan Kemenpora membahas beasiswa dan jaminan hari tua atlet di Jakarta, Selasa (30/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul- RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi komitmen Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam menyiapkan kebijakan berkelanjutan bagi atlet nasional, khususnya terkait beasiswa pendidikan dan jaminan hari tua pascakarier. Kebijakan ini dinilai penting untuk memastikan masa depan atlet setelah tidak lagi aktif bertanding.

Apresiasi tersebut disampaikan Lia saat melakukan kunjungan kerja dan dialog bersama Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Drs. Yohan, M.Si, di Jakarta, Selasa (30/1/2026). Dalam pertemuan itu, Lia menekankan pentingnya kehadiran negara dalam mengawal transisi kehidupan atlet setelah masa puncak prestasi berakhir.

“Usia atlet itu terbatas, rata-rata hanya sampai 34 tahun. Setelah itu mereka meninggalkan dunia keatletan. Negara tidak boleh meninggalkan mereka begitu saja,” ujar Lia.

Menurut Lia, atlet memiliki peran strategis sebagai duta bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. Oleh karena itu, negara memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan kesejahteraan atlet, tidak hanya saat mereka berprestasi, tetapi juga setelah pensiun.

“Yang mengibarkan Merah Putih di luar negeri bukan hanya kepala negara, tetapi juga para atlet. Mereka membawa martabat bangsa, sehingga wajar jika negara hadir sampai fase pascakarier,” katanya.

Dalam dialog tersebut, Kemenpora memaparkan sejumlah langkah penguatan ekosistem atlet nasional. Program yang disiapkan meliputi beasiswa pendidikan, pelatihan lanjutan, serta pengkajian skema jaminan hari tua dan pensiun atlet yang saat ini tengah dikomunikasikan lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Keuangan.

Lia menilai langkah tersebut sebagai terobosan penting untuk menjawab kegelisahan banyak atlet yang selama ini menghadapi ketidakpastian ekonomi setelah pensiun dari dunia olahraga. Ia mendorong agar program tersebut diformalkan dalam kebijakan nasional yang berkelanjutan dan tidak bersifat sementara.

“Atlet tidak boleh ditinggalkan setelah mereka selesai berprestasi. Negara harus memastikan ada transisi yang manusiawi dan bermartabat,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Yohan menyatakan bahwa perhatian terhadap atlet dan pemuda merupakan bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kemenpora berupaya mengintegrasikan pembinaan prestasi dengan penguatan pendidikan, keterampilan, dan jaminan kesejahteraan jangka panjang.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara DPD RI dan Kemenpora dalam merumuskan kebijakan kepemudaan dan olahraga yang inklusif, berkeadilan, serta berorientasi masa depan. Lia berharap hasil dialog ini dapat menjadi dasar penguatan kebijakan nasional agar atlet Indonesia tidak hanya berjaya saat bertanding, tetapi juga sejahtera setelah mengakhiri kariernya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru