Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Dorong Integrasi Labuan Bajo–Jawa Timur dalam Paket Destinasi Nasional

Kamis, 29 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat kunjungan kerja ke Kemenparekraf di Jakarta membahas integrasi destinasi nasional, Senin (Foto Dok Ho/nul-RadarBangsa.co.id).

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat kunjungan kerja ke Kemenparekraf di Jakarta membahas integrasi destinasi nasional, Senin (Foto Dok Ho/nul-RadarBangsa.co.id).

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mendorong penguatan integrasi destinasi Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dengan Jawa Timur dalam satu paket destinasi nasional. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia sekaligus memperluas dampak ekonomi ke daerah.

Dorongan tersebut disampaikan Lia saat kunjungan kerja ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Jakarta. Dalam pertemuan itu, Lia berdialog dengan Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf, Dwi Marhen Yono, membahas pengembangan destinasi berbasis kawasan terintegrasi dan penguatan konektivitas lintas wilayah.

Diskusi menyoroti peluang pengemasan lintas destinasi yang menghubungkan kekuatan wisata unggulan nasional, khususnya Labuan Bajo dan kawasan prioritas di Jawa Timur seperti Bromo–Tengger–Semeru (BTS). Menurut Lia, integrasi antardaerah penting untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan mendorong pemerataan manfaat ekonomi.

“Integrasi Labuan Bajo dan Jawa Timur bukan sekadar pengemasan destinasi, tetapi strategi pemerataan ekonomi pariwisata berbasis kawasan,” ujar Lia.

Dalam kesempatan yang sama, Dwi Marhen Yono menjelaskan pemerintah tengah mengembangkan kawasan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) seluas sekitar 400 hektare sebagai kawasan pariwisata darat terintegrasi. Kawasan ini dirancang untuk melengkapi wisata bahari Labuan Bajo yang selama ini mendominasi kunjungan wisatawan.

“Sekitar 82 persen wisatawan Labuan Bajo masih berfokus pada island hopping, sementara wisata darat baru 18 persen. Melalui pengembangan kawasan otorita, pemerintah menargetkan komposisi ini lebih seimbang dalam 10 tahun ke depan,” jelas Dwi Marhen.

Ia menegaskan pembangunan kawasan otorita dilakukan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan. Dari total luasan kawasan, hanya 20 persen lahan yang dapat dimanfaatkan, sementara 80 persen tetap menjadi kawasan hijau dan hutan konservasi. Seluruh vegetasi telah diinventarisasi untuk menjaga ekosistem.

Dwi Marhen, yang pernah menjabat Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF dan dikenal sebagai mantan Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi, menilai Jawa Timur berpotensi menjadi hub pariwisata strategis nasional. Integrasi lintas wilayah, menurutnya, sejalan dengan kebijakan quality tourism Kemenparekraf.

“Saat ini belanja rata-rata wisatawan mancanegara sekitar USD 1.300 dan ditargetkan meningkat menjadi USD 2.000 pada 2030 agar dampak ekonomi pariwisata semakin kuat dan merata,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Berita Terbaru