Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Khofifah Tekankan Data Valid untuk Kebijakan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengikuti pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur di kediamannya di kawasan Jemursari, Surabaya, Rabu (24/6/2026). Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan pendataan ekonomi nasional yang berlangsung hingga akhir Agustus mendatang.

Pendataan dilakukan sesuai prosedur sensus yang ditetapkan BPS dan dipantau langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati. Khofifah mengikuti seluruh tahapan wawancara sebagai responden sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.

Menurut Khofifah, sensus memiliki peran strategis karena menjadi sumber data utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan. Data yang akurat dinilai sangat menentukan ketepatan program pemerintah, mulai dari perencanaan ekonomi hingga evaluasi kebijakan publik.

“Ini menjadi contoh bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang sangat penting dan membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Data yang kita berikan hari ini akan menjadi fondasi dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan ke depan,” ujarnya.

Khofifah meminta masyarakat memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus. Ia menilai kualitas hasil sensus sangat bergantung pada keterbukaan responden dalam menyampaikan data aktivitas ekonomi yang dimiliki.

“Mari kita berikan data dan informasi yang benar kepada petugas sensus karena partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan kualitas hasil sensus,” terangnya.

Sensus Ekonomi dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memotret kondisi riil perekonomian masyarakat. Hasil pendataan tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Khofifah menegaskan data berkualitas juga berpengaruh terhadap efektivitas program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial dan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, data yang valid dapat meminimalkan kesalahan sasaran penerima manfaat.

“Kalau kita ingin bahwa setiap bansos itu valid datanya, tidak ada inclusion error maupun exclusion error, maka salah satu pintu masuknya melalui Sensus Ekonomi ini,” jelasnya.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan secara door to door sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendataan menyasar seluruh aktivitas usaha nonpertanian guna menghasilkan gambaran menyeluruh mengenai struktur dan perkembangan ekonomi nasional.

Khofifah kembali mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk mendukung petugas sensus yang datang ke rumah maupun tempat usaha. Ia berharap seluruh warga dapat memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya agar hasil sensus benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi di lapangan.

Plt. Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati mengapresiasi dukungan yang diberikan Gubernur Khofifah. Menurutnya, keterlibatan kepala daerah menjadi dorongan penting bagi petugas maupun masyarakat untuk ikut menyukseskan pendataan.

Herum menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Timur melibatkan 41.538 petugas yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Di Kota Surabaya sendiri, sebanyak 1.980 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan.

Hingga pekan kedua pelaksanaan, sekitar 10 persen target pendataan di Jawa Timur telah berhasil diselesaikan. BPS optimistis seluruh proses sensus dapat rampung sesuai jadwal dengan dukungan aktif masyarakat.

“Sejak tanggal 15 Juni hingga hari ini, sekitar 10 persen yang sudah kami data untuk total se-Provinsi Jatim. InsyaAllah sampai dengan akhir Agustus nanti bisa kita selesaikan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru