Sinergi TNI dan Lapas Diperkuat di Semarang, Fokus Antisipasi Gangguan Kamtib

- Redaksi

Sabtu, 28 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Danramil Ngaliyan dan Kalapas Semarang, Jumat (27/03) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pertemuan Danramil Ngaliyan dan Kalapas Semarang, Jumat (27/03) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Penguatan sistem keamanan terpadu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya ditandai dengan kunjungan Komandan Rayon Militer (Danramil) 09/Ngaliyan, Mayor Czi Agus Pujiatmo, yang disambut Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, Jumat (27/03).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi mempererat koordinasi antara TNI dan pemasyarakatan dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di lingkungan objek vital negara seperti lapas.

Dalam pertemuan tersebut, Mayor Agus menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib). Menurutnya, pengamanan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama berkelanjutan.

“Lapas merupakan bagian penting dari sistem keamanan nasional di tingkat lokal. Karena itu, diperlukan kerja sama yang erat dan berkelanjutan agar setiap potensi gangguan dapat dideteksi dan ditangani sejak dini,” ujar Agus.

Ia menambahkan, keterlibatan aparat kewilayahan seperti Babinsa menjadi bagian penting dalam mendukung deteksi dini serta respons cepat terhadap potensi kerawanan.

Menanggapi hal itu, Kepala Lapas Kelas I Semarang Ahmad Tohari mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai bentuk nyata dukungan TNI terhadap penguatan keamanan lapas.

“Koordinasi yang baik dengan TNI, khususnya Koramil Ngaliyan, akan sangat membantu dalam langkah antisipatif terhadap potensi gangguan kamtib. Ini bukan hanya soal komunikasi, tetapi juga aksi nyata di lapangan,” tegas Ahmad.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama yang telah terjalin selama ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengamanan hingga pertukaran informasi strategis.

Penguatan sinergi ini dinilai penting, mengingat lapas memiliki kerentanan tinggi terhadap gangguan internal maupun eksternal. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menciptakan sistem pengamanan yang lebih adaptif dan responsif.

Ke depan, kedua pihak sepakat meningkatkan intensitas koordinasi dan kerja sama berkelanjutan. Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas di dalam lapas, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap keamanan wilayah sekitar.

Baca Juga:

Penulis : Bandi

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Audiensi di Grahadi, Gubernur Khofifah Ajak Perhutani Perkuat Fungsi Hutan dan Mitigasi Bencana
Polres Lubuk Linggau Kawal Mahasiswa ke Bengkulu, Perjalanan Aman hingga Perbatasan
Aturan Baru Pembatasan Medsos Anak Berlaku 28 Maret 2026, Anggota DPD RI Lia Istifhama Soroti Peran Orang Tua
Gubernur Khofifah – BNPB Siaga Kekeringan Jatim 2026, Puncak Diprediksi Agustus Mendatang
Polsek Tikung Perketat Pengamanan Elektune di Lamongan, Acara Malam Berjalan Lancar
Ibadah Perdana Efrata Men Ministry di Semarang, 50 Pria GPDI Efrata Didorong Jadi Pemimpin ‘Di Atas Rata-rata’
Lombok Jadi Tuan Rumah Rakornas BPR Syariah 2026, Gubernur Iqbal Dorong UMKM Lokal Naik Kelas
Pantai Loang Baloq Mataram Dibersihkan Massal, Langkah Ditpolairud Polda NTB Jadi Perhatian Publik

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:10 WIB

Audiensi di Grahadi, Gubernur Khofifah Ajak Perhutani Perkuat Fungsi Hutan dan Mitigasi Bencana

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:02 WIB

Polres Lubuk Linggau Kawal Mahasiswa ke Bengkulu, Perjalanan Aman hingga Perbatasan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:54 WIB

Sinergi TNI dan Lapas Diperkuat di Semarang, Fokus Antisipasi Gangguan Kamtib

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:28 WIB

Aturan Baru Pembatasan Medsos Anak Berlaku 28 Maret 2026, Anggota DPD RI Lia Istifhama Soroti Peran Orang Tua

Sabtu, 28 Maret 2026 - 10:04 WIB

Gubernur Khofifah – BNPB Siaga Kekeringan Jatim 2026, Puncak Diprediksi Agustus Mendatang

Berita Terbaru