Sosialisasi Sosial Ketenagakerjaan: DPRD Kendal Tekankan Pentingnya Perlindungan bagi Pekerja Sektor Sosial

- Redaksi

Kamis, 10 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.id – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kendal menggelar sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor sosial di Kecamatan Kaliwungu, Kamis (10/7/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi B DPRD Kendal, Muhammad Arif Abidin, serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendal, Puput. Selain itu, juga, anggota Komisi B DPRD Kendal lain juga turut hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Arif Abidin mendorong Pemerintah Kabupaten Kendal untuk lebih masif melakukan sosialisasi program perlindungan jaminan sosial, khususnya bagi pekerja sektor informal.

“Pekerja informal juga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial. Sosialisasi dan edukasi perlu ditingkatkan agar mereka memahami manfaat program ini,” ujar Arif.

Menurut dia, jaminan sosial memberikan rasa aman dan nyaman bagi pekerja informal dalam menjalankan aktivitas mereka sehari-hari.

Sementara itu, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kendal, Puput, menjelaskan soal jaminan sosial ketenagakerjaan yang mencakup lima program utama, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun, serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

“BPJS Ketenagakerjaan mencakup penerima upah, seperti pegawai di perusahaan, lembaga, dan badan usaha lainnya,”ujar Puput.

“Termasuk pekerja konstruksi di proyek-proyek APBN, APBD, swasta, hingga proyek yang didanai internasional,”lanjutnya.

Selain itu, menurut Puput, BPJS Ketenagakerjaan juga menyasar peserta bukan penerima upah (BPU), seperti petani, pedagang, tukang ojek, pelaku usaha kecil menengah (UKM), hingga pekerja migran Indonesia.

“Perlindungan yang diberikan mencakup seluruh risiko sejak perjalanan berangkat kerja, saat bekerja, hingga perjalanan pulang maupun perjalanan dinas,” tambahnya.

Sementara, Anggota Komisi B DPRD Kendal Khasanudin, menyoroti belum optimalnya perlindungan terhadap pekerja sektor informal.

“Masih belum ada data yang akurat dan terkini mengenai jumlah serta persebaran pekerja informal. Ini menjadi tantangan karena mereka kerap berpindah lokasi dan jenis pekerjaan,” kata Khasanudin.

 

Lainnya:

Penulis : Rob

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Jatim Ngacir Saat Ekonomi Global Gonjang-Ganjing, Khofifah Bongkar Mesin Uang Baru Penggerak Daerah
BNN Bongkar Ancaman Narkoba di Pasuruan, Anak SD hingga Lansia Kini Jadi Target Peredaran
72 Pemuda Pasuruan Dilantik Jadi Garda Anti Narkoba, Mas Rusdi: Jangan Cuma Seremoni
Mas Rusdi Soroti Akses Pendidikan Anak Miskin Saat Santunan Yatim di Pabrik Air Mineral Pasuruan
Antrean Haji Sidoarjo Tembus 29 Tahun, 1.133 Jamaah Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci
Bupati Musi Rawas Lepas 103 Calon Haji, Kesehatan dan Pelayanan Jamaah Jadi Sorotan
Anggota DPD RI Lia Istifhama Soroti Hambatan SLIK, Dorong Bank Mandiri Permudah Kredit UMKM Pemula
Kredit UMKM Masih Sulit Cair, Anggota DPD RI Lia Istifhama Sentil Sistem SLIK OJK yang Bikin Pedagang Menjerit

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:36 WIB

Jatim Ngacir Saat Ekonomi Global Gonjang-Ganjing, Khofifah Bongkar Mesin Uang Baru Penggerak Daerah

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:47 WIB

72 Pemuda Pasuruan Dilantik Jadi Garda Anti Narkoba, Mas Rusdi: Jangan Cuma Seremoni

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:41 WIB

Mas Rusdi Soroti Akses Pendidikan Anak Miskin Saat Santunan Yatim di Pabrik Air Mineral Pasuruan

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:12 WIB

Antrean Haji Sidoarjo Tembus 29 Tahun, 1.133 Jamaah Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:03 WIB

Bupati Musi Rawas Lepas 103 Calon Haji, Kesehatan dan Pelayanan Jamaah Jadi Sorotan

Berita Terbaru