BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan memperkuat komitmen peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Arok, Kecamatan Burneh. Program ini digagas Yayasan Laili Izzatul Faiqoh dan resmi diluncurkan pada Jumat (30/1/2026) sebagai bagian dari upaya strategis pemenuhan gizi masyarakat rentan.
Launching SPPG Desa Arok dihadiri Staf Ahli Bupati Bangkalan Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bambang Budi Mustika, yang juga menjabat Ketua Satgas MBG Kabupaten Bangkalan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada yayasan dan Pemerintah Desa Arok atas kesiapan fasilitas dapur MBG yang diharapkan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangkalan, kami menyampaikan selamat kepada Yayasan Laili Izzatul Faiqoh dan Desa Arok. Kehadiran SPPG ini diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi para penerima,” ujar Bambang.
Pada tahap awal, SPPG Desa Arok memprioritaskan kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta anak-anak sebagai sasaran utama. Menurut Bambang, pemenuhan gizi sejak dini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
“Anak-anak inilah yang kelak menjadi penerus. Jika kebutuhan gizinya terpenuhi sejak dini, mereka akan tumbuh sehat dan berdaya saing,” tegasnya.
Selain dampak kesehatan, Pemkab Bangkalan menargetkan adanya efek berganda bagi perekonomian desa. Bambang mendorong pengelola SPPG memanfaatkan bahan pangan lokal serta memprioritaskan tenaga kerja dari warga Desa Arok sesuai ketentuan.
Dalam aspek keamanan pangan, ia menekankan pentingnya pemenuhan standar higiene dan sanitasi. Pengelola SPPG diminta segera mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) melalui pelatihan penjamah makanan, uji kualitas air dan makanan, serta inspeksi lingkungan oleh Dinas Kesehatan.
“Ini penting agar makanan benar-benar aman dan layak, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak,” jelasnya.
Saat ini, SPPG Desa Arok melayani sekitar 1.500 penerima manfaat. Pemkab Bangkalan optimistis jumlah tersebut dapat ditingkatkan bertahap seiring kesiapan dapur dan regulasi. Bambang juga mengingatkan agar distribusi MBG tepat waktu, menu bergizi seimbang, serta menghindari bahan pengawet.
“Ini bukan sekadar program bantuan, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan Bangkalan,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








