Strategi Digital Lamongan Persempit Praktik Korupsi

Rabu, 17 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan komitmen pencegahan korupsi melalui digitalisasi layanan publik saat apel Hari Anti Korupsi Sedunia 2025. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan komitmen pencegahan korupsi melalui digitalisasi layanan publik saat apel Hari Anti Korupsi Sedunia 2025. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan komitmennya dalam mencegah praktik korupsi dengan mengoptimalkan digitalisasi layanan publik. Strategi ini dinilai efektif karena mampu memangkas ruang manipulasi melalui sistem yang transparan, terintegrasi, dan berbasis teknologi.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat memimpin apel Korpri dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2025, Rabu (17/12), di halaman Gedung Pemkab Lamongan. Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar inovasi layanan, tetapi fondasi penting untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Digitalisasi membuat seluruh proses lebih terbuka, tercatat, dan bisa diawasi. Dengan sistem yang transparan dan akuntabel, potensi praktik seperti mark-up anggaran, manipulasi dokumen, hingga suap dapat ditekan,” ujar Yuhronur Efendi.

Salah satu wujud konkret kebijakan tersebut adalah penerapan Sistem Informasi Pembayaran PBB-P2 (Simaya), inovasi digital Pemkab Lamongan yang meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2025. Melalui platform berbasis web, Simaya memudahkan masyarakat melakukan administrasi dan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan secara daring, sekaligus meningkatkan akurasi data dan transparansi pendapatan daerah.

Selain digitalisasi layanan, Pemkab Lamongan juga memperluas kewajiban pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Kewajiban ini tidak hanya berlaku bagi pejabat struktural, tetapi juga kepala desa, kepala sekolah, kepala puskesmas, dan penyelenggara layanan publik lainnya.

“Ada dua pilar utama yang kami perkuat untuk mencegah korupsi, yakni digitalisasi sistem dan pendidikan integritas sejak lingkup paling kecil, termasuk keluarga,” kata bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Langkah preventif tersebut sejalan dengan misi kelima RPJMD Kabupaten Lamongan 2025–2029 tentang penguatan tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi. Komitmen itu turut tercermin dalam capaian Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK 2025, di mana Lamongan mencatat skor 77,78, menunjukkan tren positif penguatan integritas birokrasi daerah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru