Tak Mau Krisis Infus Terulang, Khofifah Resmikan Line 4 Satoria Farma di Pasuruan

Selasa, 28 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat meresmikan Line 4 PT Satoria Aneka Industri di Pasuruan, Selasa (28/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat meresmikan Line 4 PT Satoria Aneka Industri di Pasuruan, Selasa (28/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat ketahanan layanan kesehatan dengan memastikan ketersediaan cairan infus untuk rumah sakit daerah. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan fasilitas produksi Line 4 PT Satoria Aneka Industri (Satoria Farma) di Jalan Raya Kejayan-Purwosari KM 16, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/4).

Peresmian pabrik baru ini dinilai strategis karena menyangkut kebutuhan vital rumah sakit, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Dengan tambahan lini produksi baru, pasokan infus untuk rumah sakit milik Pemprov Jatim diharapkan lebih terjamin dan tidak lagi bergantung pada distribusi luar daerah.

Khofifah menegaskan, keberadaan fasilitas produksi baru itu membuka peluang kerja sama langsung dengan 14 rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas stok cairan infus, terutama dalam situasi darurat kesehatan atau lonjakan pasien.

“Kita menyambut baik ekspansi industri farmasi ini karena ada potensi kerja sama dengan 14 rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur untuk suplai infus. Ini penting untuk memastikan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Khofifah.

Menurutnya, ketersediaan cairan infus bukan sekadar kebutuhan medis biasa, melainkan bagian penting dari sistem pelayanan publik. Jika pasokan terganggu, dampaknya langsung dirasakan masyarakat, mulai dari tertundanya tindakan medis hingga terganggunya pelayanan rawat inap.

Khofifah menilai Satoria Farma kini menjadi salah satu penguat industri farmasi nasional, khususnya dalam upaya substitusi impor. Selama ini, ketergantungan terhadap produk farmasi impor masih menjadi tantangan serius dalam sistem kesehatan nasional.

“Yang kita bangun bukan hanya industri farmasi, tapi juga penguatan substitusi impor dan hilirisasi industri. Ini langkah konkret memperkuat kemandirian kesehatan nasional,” ujarnya.

Dengan beroperasinya Line 4, kapasitas produksi infus nasional diproyeksikan meningkat signifikan. Kondisi ini diyakini dapat memperkuat ketahanan kesehatan, terutama untuk mendukung layanan rumah sakit yang melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

CEO dan Founder PT Satoria Aneka Industri, Alim Satria, mengatakan ekspansi ini merupakan respons atas tingginya kebutuhan pasar infus nasional yang terus tumbuh setiap tahun.

Ia menyebut, sejak berdiri pada 2014, perusahaan berkembang dari nol hingga kini memiliki empat unit produksi dengan total kapasitas mencapai 230 juta botol infus per tahun.

“Pertumbuhan pasar infus di Indonesia terus meningkat, sementara pertumbuhan perusahaan kami konsisten di kisaran 35 persen per tahun. Karena itu ekspansi ini menjadi kebutuhan untuk memperkuat pondasi sektor infus nasional,” ujar Alim.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM RI, William Adi Teja, menilai perluasan fasilitas ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan farmasi nasional.

“Ketersediaan cairan infus harus dijaga. Dengan tambahan empat line produksi, kebutuhan nasional akan semakin aman dan mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan farmasi,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru