Tanggul Kali Bodri Kritis, Warga Kebonharjo Panik

Jumat, 7 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL, RadarBangsa.co.id – Warga Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dibuat panik setelah tanggul Kali Bodri di sebelah utara Masjid Manarul Husna dilaporkan dalam kondisi kritis.

Kepanikan warga meningkat pada Kamis (6/11) sore, saat debit air di Bendungan Juwero naik hingga 150 sentimeter. Aliran air yang deras membuat warga khawatir tanggul jebol dan merendam permukiman di sekitar bantaran sungai.

“Warga sempat panik karena melihat air naik cukup tinggi. Apalagi tanggulnya sudah lama rusak,” ujar Arif Fajar Hidayat, Koordinator Petak Bodri sekaligus perwakilan warga, Jumat (7/11/2025).

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kendal langsung melakukan penanganan darurat dengan memasang trucuk bambu sepanjang 50 meter di area yang rawan longsor.

“Kurang lebih sepekan ini sudah dilakukan pemasangan trucuk bambu sepanjang 50 meter. Nantinya akan diperpanjang lagi,” kata Arif.

Namun, proses pemasangan sempat terhambat karena adanya batu-batu besar di dasar sungai yang membuat bambu sulit ditancapkan.

“Info dari pekerjanya, di bawah kadang kepentok batu-batu, jadi pemasangannya agak susah,” tambahnya.

Meski begitu, pada pemantauan Jumat pagi, warga mendapati trucuk yang telah terpasang masih dalam kondisi kokoh meski diterpa arus deras.

“Alhamdulillah trucuk masih kuat berdiri. Debit air kemarin malah jadi semacam ‘uji coba’ kekuatannya,” ujarnya.

Warga Siaga Hadapi Ancaman Banjir

Selain memperkuat tanggul, warga bersama pemerintah desa juga tengah menyiapkan program “Kebonharjo Siaga”, sebagai bentuk pelatihan tanggap bencana banjir.

“Warga masih trauma dengan kondisi ini. Kami ingin pelatihan agar masyarakat lebih siap menghadapi bencana,” kata Arif.

Kegiatan tersebut akan mendapat dukungan dari BPBD Kendal, terutama untuk penyediaan konsumsi dan fasilitator pelatihan selama dua hari.

Meski penanganan darurat sudah dilakukan, warga berharap pemerintah provinsi dapat segera membangun tanggul permanen pada tahun anggaran 2026.

“Kami berharap ada tanggul permanen agar warga tidak terus waswas setiap musim hujan,” pungkas Arif.

 

Penulis : Rob

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Berita Terbaru