Temuan Roti Berjamur di Program MBG Lombok Barat, BBPOM Turun Tangan

Jumat, 13 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BBPOM Mataram bersama Dinas Kesehatan Lombok Barat menelusuri temuan roti berjamur pada program MBG, Kamis (12/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas BBPOM Mataram bersama Dinas Kesehatan Lombok Barat menelusuri temuan roti berjamur pada program MBG, Kamis (12/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat menelusuri temuan roti berjamur yang dilaporkan muncul dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelusuran dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait kualitas makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat program tersebut.

Tim gabungan langsung melakukan pemeriksaan terhadap rantai distribusi makanan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Lombok Barat guna memastikan sumber produk serta potensi pelanggaran standar keamanan pangan.

Dari hasil penelusuran lapangan, diketahui roti yang dilaporkan berjamur berasal dari salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang menjadi pemasok makanan dalam program MBG.

Tim BBPOM Mataram dan Dinas Kesehatan Lombok Barat kemudian melakukan verifikasi terhadap proses produksi, pengemasan, hingga distribusi produk roti tersebut. Pemeriksaan juga mencakup dokumen perizinan serta standar higienitas yang seharusnya dimiliki oleh produsen pangan.

Hasil sementara menunjukkan bahwa UMKM pemasok roti tersebut belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan. Sertifikat tersebut merupakan salah satu syarat penting yang wajib dimiliki pelaku usaha pangan untuk memastikan produk yang diproduksi memenuhi standar keamanan dan kebersihan.

Selain itu, roti tersebut diketahui sempat terdistribusi ke beberapa sekolah penerima manfaat program MBG di wilayah Lombok Barat.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menegaskan bahwa pengawasan keamanan pangan dalam program pemerintah harus menjadi prioritas utama.

“Pengawasan keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sangat penting untuk mencegah terjadinya keracunan makanan, terutama pada anak-anak sebagai penerima manfaat program,” ujar Taruna Ikrar, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan bahwa BPOM akan terus memperkuat pengawasan serta meningkatkan kapasitas penyedia pangan yang terlibat dalam program pemerintah.

“Kami akan meningkatkan kompetensi penyedia pangan melalui pembinaan dan pendampingan agar mereka memahami standar keamanan pangan yang harus dipenuhi,” katanya.

Menurutnya, setiap produk pangan yang diproduksi dan didistribusikan kepada masyarakat wajib memenuhi persyaratan sanitasi, higiene, serta perizinan yang berlaku.

“Keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga pelaku usaha. Semua pihak harus memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman,” tegasnya.

Meski roti tersebut sempat didistribusikan ke sejumlah sekolah, hasil penelusuran di lapangan menunjukkan produk tersebut belum sempat dikonsumsi oleh para siswa.

Hal ini terjadi karena kegiatan belajar mengajar berlangsung pada bulan Ramadan, sehingga makanan yang dibagikan tidak langsung dimakan oleh penerima manfaat.

Sebagai langkah tindak lanjut, BBPOM Mataram bersama Dinas Kesehatan Lombok Barat langsung melakukan pembinaan kepada pihak UMKM pemasok roti tersebut. Distribusi produk dari UMKM yang bersangkutan juga dihentikan sementara hingga seluruh persyaratan keamanan pangan dipenuhi.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan makanan yang disalurkan dalam program MBG benar-benar aman dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya para siswa.

BBPOM Mataram juga mengimbau seluruh pelaku usaha pangan yang terlibat dalam program pemerintah agar memastikan proses produksi telah memenuhi standar keamanan pangan, termasuk kepemilikan sertifikasi higiene dan sanitasi.

“Langkah ini penting untuk menjamin perlindungan kesehatan masyarakat, terutama bagi anak-anak yang menjadi penerima manfaat program gizi pemerintah,” pungkas Taruna Ikrar.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru