Wali Kota Semarang Tinjau Korban Rumah Roboh

Sabtu, 1 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meninjau lokasi rumah roboh di Kauman, Semarang Tengah, Jumat (31/10). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meninjau lokasi rumah roboh di Kauman, Semarang Tengah, Jumat (31/10). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id — Duka mendalam menyelimuti kawasan Kauman, Semarang Tengah, setelah insiden rumah roboh menewaskan seorang ibu muda, Mega Gita Safitri (30), pada Kamis malam (30/10). Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, turun langsung meninjau lokasi kejadian dan memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban yang selamat, Jumat (31/10).

Musibah itu terjadi saat hujan deras mengguyur Kota Semarang. Rumah yang ditinggali Mega bersama dua anaknya, Yuanita Atia Eka (7) dan Ikwan Setiawan (4), serta adiknya Syahrul Adji Pramuda (20), tiba-tiba tertimpa tembok bangunan tua di belakang rumah. Tembok yang sudah lapuk tak mampu menahan derasnya hujan dan akhirnya roboh menimpa bagian atap rumah. Mega tewas tertimpa reruntuhan, sementara dua anak dan adiknya berhasil selamat meski mengalami luka ringan.

“Ini ada korban meninggal, dan kami pastikan anak-anak korban mendapat perhatian penuh, termasuk untuk pendidikan mereka,” ujar Wali Kota Agustina saat meninjau lokasi, didampingi jajaran Pemkot dan perangkat kelurahan.

Dari hasil penelusuran, rumah tempat korban tinggal diketahui bukan milik pribadi, melainkan bangunan tak berstatus resmi. Hal ini membuat Pemkot Semarang tidak dapat langsung menyalurkan bantuan pembangunan karena terkendala aspek legalitas. Namun, Agustina menegaskan, pihaknya akan tetap memberikan perlindungan sosial kepada keluarga yang selamat.

“Karena rumahnya bukan milik pribadi, bantuan perbaikan tidak bisa langsung digelontorkan. Tapi relawan dan warga sekitar sudah berinisiatif membantu agar keluarga ini tetap punya tempat tinggal sementara,” jelasnya.

Agustina menambahkan, kebutuhan dasar keluarga korban seperti makanan, minuman, dan penanganan kesehatan telah dipastikan oleh pihak kelurahan dan relawan. “Kita pastikan makan dan minum terjamin. Anak-anak juga kami minta dibawa ke Puskesmas karena masih ada luka memar. Untuk pendidikan mereka, pemerintah akan menanggung,” tegasnya.

Selain itu, Agustina juga memerintahkan kecamatan setempat untuk melakukan pengecekan terhadap bangunan-bangunan tua di kawasan padat penduduk seperti Kauman. Menurutnya, banyak rumah berdempetan dengan bangunan tua yang berisiko tinggi saat musim hujan. “Kita minta pendataan ulang. Jangan sampai kejadian serupa terulang,” ujarnya.

Wali Kota perempuan pertama di Semarang itu juga menyoroti pentingnya pembaruan data warga miskin. Ia menyebut, masih banyak warga yang belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Kalau ada warga belum masuk DTKS, akan kami perbarui datanya supaya bantuan sosial bisa tepat sasaran,” katanya.

Dalam jangka panjang, Pemkot Semarang berencana meningkatkan perekonomian warga sekitar Kauman melalui penataan kawasan wisata dan UMKM di Kampung Semawis serta sekitar Klenteng Tay Kak Sie. “Nanti sore kawasan ini akan kita tata agar jadi pusat kegiatan ekonomi. Warga bisa jualan, buat kerajinan, atau jadi pemandu wisata,” tutup Agustina.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru