BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Dunia jurnalistik di Kabupaten Bangkalan kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Yulian Isna Sri Astuti, wartawan Kompas.com yang bertugas di wilayah tersebut, berhasil meraih juara pertama lomba news writing dalam ajang Diskominfo Merdeka Fest 2025.
Penghargaan itu diraih berkat tulisannya yang mengangkat kuliner khas Bangkalan. Pilihan tema ini menurut Yulian lahir dari kepeduliannya untuk memperkenalkan kekayaan lokal yang selama ini belum banyak terpublikasikan.
“Alhamdulillah, saya senang sekali bisa mendapatkan juara satu di lomba ini. Saya memilih tema kuliner karena memang banyak sekali kuliner Bangkalan yang belum terpublis dan jarang diberitakan. Harapannya, masyarakat bisa lebih tahu makanan-makanan legendaris di Bangkalan, sekaligus memperkenalkan kuliner daerah ini secara lebih luas,” ujarnya usai menerima penghargaan.
Bagi jurnalis muda ini, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga pintu masuk untuk memahami budaya dan sejarah masyarakat. Proses peliputan menjadi momen berharga karena dilakukan di lingkungan yang dekat dengan kesehariannya.
“Liputannya sebenarnya tidak sulit, justru saya mendapatkan banyak cerita baru dan pengetahuan tentang sejarah kuliner Bangkalan. Dari situ saya semakin sadar bahwa setiap makanan punya kisah, dan kisah itu layak untuk diceritakan,” jelas Yulian.
Karya tulisnya mencerminkan perpaduan antara keterampilan jurnalistik dan kepedulian pada potensi daerah. Ia menilai bahwa Bangkalan menyimpan banyak cerita yang bisa dieksplorasi, tidak hanya lewat kuliner tetapi juga melalui budaya, sejarah, hingga kehidupan sosial.
“Bangkalannya kaya cerita, tinggal bagaimana kita bisa mengemasnya. Lomba ini membuktikan bahwa karya jurnalistik bisa menjadi jembatan untuk memperkenalkan potensi lokal kepada dunia,” tambahnya.
Merdeka Fest 2025 sendiri menjadi ruang kreatif bagi para jurnalis, penulis, dan konten kreator untuk menampilkan karya terbaiknya. Ajang ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak tulisan yang mampu mengangkat identitas daerah ke panggung nasional, bahkan internasional.
Kemenangan Yulian menjadi inspirasi bahwa kekayaan lokal bisa menjadi sumber cerita yang kuat dan berdaya tarik tinggi. Melalui tulisan, potensi daerah tidak hanya dikenalkan, tetapi juga diwariskan kepada generasi berikutnya. “Setiap kisah layak untuk diceritakan, terutama yang lahir dari tanah kelahiran sendiri,” pungkas Yulian Isna Sri Astuti.
Lainnya:
- Jatim Ngacir Saat Ekonomi Global Gonjang-Ganjing, Khofifah Bongkar Mesin Uang Baru Penggerak Daerah
- BNN Bongkar Ancaman Narkoba di Pasuruan, Anak SD hingga Lansia Kini Jadi Target Peredaran
- 72 Pemuda Pasuruan Dilantik Jadi Garda Anti Narkoba, Mas Rusdi: Jangan Cuma Seremoni
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








