Workshop Rantai Dingin Bekali Mitra MBG Lamongan Jaga Standar Pangan

- Redaksi

Minggu, 28 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana workshop Full Day Training Aplikasi Rantai Dingin untuk Program MBG di Gedung Budi Luhur Convention Hall Lamongan, Sabtu (27/9/2025). (Dok foto/RadarBangsa.co.id)

Suasana workshop Full Day Training Aplikasi Rantai Dingin untuk Program MBG di Gedung Budi Luhur Convention Hall Lamongan, Sabtu (27/9/2025). (Dok foto/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Lamongan kini mendapat penguatan dari sisi teknis pengolahan pangan. Ratusan mitra penyedia MBG mengikuti Workshop Full Day Training Aplikasi bertema “Rantai Dingin untuk Program MBG” yang berlangsung di Gedung Budi Luhur Convention Hall Lamongan Sabtu–Minggu (27–28/9/2025).

Acara yang digagas oleh tim YAI ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Yuyun Anwar, Food Consultant sekaligus Praktisi Olahan Pangan, serta Farin Anwar, Food Development Product dari YAI. Kehadiran mereka disambut antusias oleh peserta, mengingat program MBG setiap hari melibatkan ribuan paket makanan yang harus memenuhi standar keamanan pangan.

Pelatihan tersebut juga mendapat perhatian dari unsur TNI. Komandan Kodim 0812 Lamongan, Letkol Inf Deny Suryo Anggo Digdo, hadir secara langsung. Ia menegaskan pentingnya penguatan kapasitas mitra MBG agar distribusi makanan bergizi benar-benar terjamin kualitasnya.

“Kegiatan ini sangat relevan untuk memperkuat program MBG. Dengan ribuan porsi yang didistribusikan setiap hari, diperlukan standar yang ketat agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujarnya.

Dalam paparannya, Yuyun Anwar menyampaikan peringatan keras. Menurutnya, banyak mitra yang belum sepenuhnya memahami standar teknis dalam mengolah makanan dalam jumlah besar. Kondisi ini sangat berisiko jika tidak segera diperbaiki.

“Ahli gizi dan SPPI memang ada, tapi sebagian besar masih fresh graduate. Mereka langsung diterjunkan menangani 47 karyawan dan mengelola 3.500 box makanan senilai Rp52 juta per hari. Yakin mereka mampu? Kalau terjadi keracunan, investor yang pertama kali disalahkan dan bisa merugi besar,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Badan Gizi Nasional (BGN) memang sudah memberikan panduan dasar melalui program pra-syarat (pre-requisite program). Namun, penerapan aspek teknis penting seperti trouble shooting dan langkah pencegahan (preventive measure) masih jauh dari optimal.

“Kasus keracunan yang sudah muncul di sejumlah daerah adalah bukti nyata. Kalau tidak segera dibenahi, program yang sebenarnya bagus ini justru bisa menuai kritik besar,” tambahnya.

Sebagai solusi, Yuyun mengajak mitra MBG mempelajari konsep katering rantai dingin (cold chain catering). Metode ini dinilai mampu menjaga kesegaran makanan, mencegah kontaminasi, sekaligus mengurangi risiko pemborosan.

Dengan pengalaman mengelola katering berskala besar beromzet Rp80 juta per hari, Yuyun membagikan praktik terbaik, mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, penyimpanan, distribusi, hingga penataan dapur sesuai standar higienis.

“Saya bukan bagian dari pemerintah, tapi ingin berbagi pengalaman praktis. Bukan hanya teori, melainkan praktik langsung bagaimana menyiapkan, menyimpan, dan mengirim makanan agar tetap aman sampai ke tangan penerima,” jelasnya.

Selain aspek teknis, Yuyun juga menekankan payung hukum yang melindungi masyarakat. Ia menegaskan, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan jelas mengatur tanggung jawab pengelola.

“Kalau ada kasus keracunan, yang bertanggung jawab adalah penyelenggara. UU Pangan melarang peredaran pangan berbahaya. Jika terbukti lalai, pelaku usaha bisa dipidana dengan kurungan hingga 2 tahun atau denda mencapai Rp2 miliar,” paparnya.

Dandim Lamongan Letkol Inf Deny Suryo Anggo Digdo menambahkan, kejadian keracunan di beberapa daerah menjadi pelajaran berharga. Menurutnya, Lamongan harus menjadikannya sebagai evaluasi.

“Kejadian itu jangan sampai terulang di sini. Sebaliknya, harus jadi motivasi untuk memperketat standar pengolahan dan distribusi. Kami berharap sebelum paket MBG didistribusikan, dilakukan pengecekan rutin agar kualitasnya benar-benar terjaga,” tandasnya.

Dengan pelatihan ini, para mitra diharapkan mampu menerapkan rekayasa ulang proses produksi (re-engineering) serta teknologi rantai dingin. Tujuannya agar program Makanan Bergizi Gratis tidak hanya sukses secara kuantitas, tetapi juga menjamin mutu, keamanan, dan kepercayaan masyarakat.

“Kalau semua disiplin menerapkan standar, MBG bukan hanya jadi program unggulan Lamongan, tapi juga bisa menjadi contoh nasional dalam pengelolaan pangan bergizi yang aman,” pungkas Yuyun.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung
Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN
Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu
Bupati Kendal Tekankan ASN Wajib Hadir dan Responsif, Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
Bupati Kendal Minta ASN Tingkatkan Kompetensi, MOOC Jadi Solusi Pembelajaran Fleksibel
KPK Turun ke Asahan, Bimtek Anti Korupsi Jadi Alarm Perbaikan Layanan Publik
FLS3N Lamongan 2026 Cetak Talenta Muda, SDN Sumberkerep Raih Juara Pertama Seni Tari
Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:34 WIB

Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:32 WIB

Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:21 WIB

Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:49 WIB

Bupati Kendal Tekankan ASN Wajib Hadir dan Responsif, Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:06 WIB

KPK Turun ke Asahan, Bimtek Anti Korupsi Jadi Alarm Perbaikan Layanan Publik

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:32 WIB