LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 387 warga Lamongan ditetapkan sebagai penerima bantuan modal dan pemberdayaan usaha melalui program Kewirausahaan Inklusif dan Produktif Jawa Timur Sejahtera (KIP JAWARA). Penetapan penerima dilakukan setelah melalui proses penjaringan, verifikasi, dan validasi oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Senin (5/10/2026).
Proses verifikasi dan validasi berlangsung di Aula Gajah Mada Lamongan. Penerima bantuan berasal dari hasil usulan tenaga pendamping TKSK, penyandang disabilitas, LKSA, serta anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan KIP JAWARA diarahkan kepada masyarakat kurang mampu yang telah memiliki embrio usaha sehingga bantuan dapat digunakan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi yang sudah berjalan.
“Kenapa kok diberikan kepada yang sudah memiliki wirausaha? Agar tidak dijadikan konsumtif, belanja online, apalagi judol. Diharapkan bisa naik kelas dan lebih sejahtera lagi,” kata Yuhronur.
Menurutnya, proses verifikasi diperlukan agar penerima bantuan benar-benar sesuai dengan sasaran. Ia juga meminta masyarakat yang nantinya menerima bantuan memanfaatkannya untuk kegiatan produktif.
“Silakan dimanfaatkan sebaik-baiknya supaya nanti datanya tepat, dan kuncinya produktif,” tegasnya.
Di Lamongan, pemerintah daerah juga memiliki program serupa melalui Yakin Semua Sejahtera (YSS). Program tersebut memberikan bantuan sebesar Rp4 juta untuk usaha produktif, meski jumlah penerimanya masih terbatas. Saat ini tercatat 32 penerima YSS dan program tersebut tetap berjalan setiap tahun.
Sementara itu, Kepala UPT PRSMP Surabaya Sukajar yang mewakili Kepala Dinas Sosial Jawa Timur menjelaskan, KIP JAWARA ditujukan bagi masyarakat dalam kondisi ekonomi kurang mampu melalui skema pemberdayaan usaha.
Setiap penerima mendapatkan modal sebesar Rp3 juta. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap masyarakat yang memiliki usaha kecil dan membutuhkan tambahan modal.
Kepala Dinas Sosial Lamongan Galih Yanwar Medi Pratama menambahkan, penerima bantuan diutamakan berasal dari masyarakat pada desil 3, 4, dan 5.
Ia berharap bantuan tersebut mampu memperkuat modal usaha sekaligus meningkatkan produktivitas penerima. Sasaran program juga mencakup penyandang disabilitas serta masyarakat yang diusulkan melalui LKSA, TKSK, dan PKH.
“Besar harapannya ketika nanti bantuan ini diberikan, bisa menambah modal, menambah produktif dari usaha bapak-ibu sekalian sehingga nanti ketika sudah berhasil sudah meningkat, itu nanti diharapkan bisa lebih baik lagi,” ujar Galih.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar