5 Pekerja Tewas, Bupati Lamongan Perketat Cek Peralatan Kerja

Rabu, 23 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Yuhronur Efendi saat bersilaturahmi dan menyerahkan santunan kepada keluarga korban kecelakaan kerja di Lamongan, Selasa (22/9).

Bupati Yuhronur Efendi saat bersilaturahmi dan menyerahkan santunan kepada keluarga korban kecelakaan kerja di Lamongan, Selasa (22/9).

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan akan memperkuat pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan-perusahaan setelah kecelakaan kerja yang berdampak pada tujuh tenaga kerja, dengan lima orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar.

Langkah tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat bersilaturahmi sekaligus menyerahkan santunan jaminan kecelakaan kerja kepada keluarga korban di Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, dan Dusun Celengan, Desa Bakalrejo, Kecamatan Sugio, Selasa (22/9).

Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Pada kesempatan tersebut, ia juga memastikan hak-hak pekerja serta keberlanjutan pendidikan anak korban mendapat perhatian.

“Pemerintah Kabupaten Lamongan turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa. Hari ini kita juga memberikan klaim dari BPJS Ketenagakerjaan, yang pertama di Banaran sekitar 177 juta, dan di Sugio lebih dari 230 juta,” tutur Pak Yes.

Menurut Yuhronur, manfaat yang diberikan kepada keluarga korban tidak hanya berkaitan dengan perlindungan setelah kecelakaan kerja, tetapi juga keberlanjutan pendidikan anak korban.

“Ini selain untuk asuransi tenaga kerja juga untuk pendidikan anaknya. Perusahaan juga memberikan jaminan bagi kelangsungan pendidikan anaknya sampai nanti kuliah, termasuk dari BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga kelangsungan pendidikan anak korban dan keluarganya bisa terjamin,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemkab Lamongan menyiapkan langkah evaluasi terhadap aspek keselamatan kerja di perusahaan. Melalui Dinas Tenaga Kerja, pemerintah daerah akan memperkuat monitoring dan pengecekan peralatan kerja secara menyeluruh.

Pemeriksaan secara berkala akan dilakukan untuk memastikan peralatan yang digunakan pekerja berada dalam kondisi aman dan tidak membahayakan keselamatan.

“Berikutnya Dinas Tenaga Kerja akan mengevaluasi dan memonitor perusahaan-perusahaan, alat-alat kerja supaya dicek secara periodik agar tidak membahayakan pekerja, karena kita selalu menekankan K3,” tegas Bupati Yes.

Langkah tersebut menjadi tindak lanjut pemerintah daerah setelah kecelakaan kerja yang melibatkan tujuh tenaga kerja. Dari jumlah itu, lima orang meninggal dunia, sedangkan dua korban lainnya mengalami luka bakar.

Dua pekerja yang mengalami luka bakar adalah Sigit Kamseno, yang mengalami luka bakar 95 persen dan menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo, serta Andika Dwi Ramadhan dengan luka bakar 35 persen yang dirawat di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo.

Sementara lima korban meninggal dunia masing-masing M. Sahrul Fahmi (25), Imam Sugiono (34), Robith Fatahillah, Mas Fiqih, dan Akhmad Arif Wijaya.

Para korban tercatat berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Babat, Kedungpring, Laren, Lamongan, dan Mojokerto.

Selain memastikan santunan dan keberlanjutan pendidikan keluarga korban, Pemkab Lamongan mendorong penguatan penerapan K3 melalui evaluasi serta pemeriksaan peralatan kerja secara berkala di lingkungan perusahaan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bus Tabrak Mobil di Lamongan, Pos Penyeberangan Relawan KAI Roboh
Tanda Tangani Prasasti, Bupati Kendal Resmikan Sumur Bor Bantuan CSR PT Arlisco Elektrika
Polres Lamongan Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II dari Perairan Masalembo
BPTD Kelas II Jatim Perkuat Sinergi Antar Stakeholder Menuju Zero ODOL 2027
Biro Adpim Jatim Raih Bronze Winner AHI 2026 di Surakarta
Warung Legen di Mantup Terbakar, Polres Lamongan Cegah Api Merembet ke Rumah Warga
Cium Bau Busuk Dua Hari, Warga Temukan Jenazah di Bangunan Kosong
Ledakan Tabung Gas Pakuwon Surabaya, Lia Istifhama Dorong Penguatan K3

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:23

Bus Tabrak Mobil di Lamongan, Pos Penyeberangan Relawan KAI Roboh

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:40

Tanda Tangani Prasasti, Bupati Kendal Resmikan Sumur Bor Bantuan CSR PT Arlisco Elektrika

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:43

Polres Lamongan Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II dari Perairan Masalembo

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:27

BPTD Kelas II Jatim Perkuat Sinergi Antar Stakeholder Menuju Zero ODOL 2027

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:26

Biro Adpim Jatim Raih Bronze Winner AHI 2026 di Surakarta

Berita Terbaru