AI Masih Minim di Indonesia, Menaker Ingatkan Ancaman Dunia Kerja

Rabu, 15 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyoroti rendahnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia. Kondisi ini dinilai menjadi peringatan serius bagi dunia kerja agar segera beradaptasi dengan perubahan teknologi yang semakin cepat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke-VIII periode 2026–2028 antara PT Pupuk Kalimantan Timur dan serikat pekerja di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Yassierli menegaskan, transformasi teknologi, termasuk AI, telah mengubah lanskap dunia kerja secara signifikan. Namun, tingkat adopsi AI di Indonesia masih berada di bawah rata-rata global, sehingga berpotensi menurunkan daya saing tenaga kerja nasional.

Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan kini tidak lagi terbatas pada perlindungan hak normatif. Lebih dari itu, pekerja dituntut memiliki kompetensi yang relevan agar mampu bertahan di tengah disrupsi teknologi.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai kunci utama. Adaptasi terhadap perkembangan teknologi harus menjadi prioritas agar pekerja tidak tertinggal.

Dalam kesempatan tersebut, Yassierli juga menyoroti peran strategis serikat pekerja. Ia berharap organisasi pekerja tidak hanya fokus pada penyelesaian konflik hubungan industrial, tetapi juga aktif dalam meningkatkan kapasitas anggotanya.

Penandatanganan PKB antara perusahaan dan serikat pekerja dinilai dapat menjadi momentum memperkuat komitmen bersama. Tidak hanya menjaga stabilitas hubungan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan kompetensi di era digital.

“Kuncinya bukan hanya pada teknologinya, tetapi bagaimana kita membekali SDM agar siap. Pekerja harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi,” ujar Yassierli.

Ia menambahkan, kesiapan tenaga kerja menjadi faktor penting agar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan global berbasis teknologi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur Gusrizal menyampaikan bahwa PKB yang disepakati diharapkan mampu menciptakan hubungan industrial yang harmonis.

“Kami berharap pengesahan PKB ini memberi kepastian hukum sekaligus memperkuat hubungan kerja yang dinamis dan berkeadilan,” ujarnya.

Rendahnya pemanfaatan AI di Indonesia berpotensi berdampak pada produktivitas dan daya saing industri. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dapat memperlebar kesenjangan dengan negara lain yang lebih cepat mengadopsi teknologi.

Bagi pekerja, perubahan ini menjadi tantangan sekaligus peluang. Peningkatan keterampilan digital menjadi kebutuhan mendesak agar tetap relevan di pasar kerja yang terus berubah.

Yassierli menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menghadapi era digital. “PKB ini diharapkan tidak hanya menciptakan stabilitas, tetapi juga mendorong peningkatan kompetensi pekerja,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

BSU 2026 Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus, Ini Syarat Penerimanya
Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:53

BSU 2026 Rp900 Ribu Dibayar Sekaligus, Ini Syarat Penerimanya

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Berita Terbaru