AI Mengubah Cara Kerja, Menaker Dorong SDM Adaptif dan Siap Bersaing

Kamis, 9 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan kuliah umum di Universitas Sumatera Utara, Medan, Rabu (8/7/2026), mengenai dampak AI terhadap dunia kerja. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan kuliah umum di Universitas Sumatera Utara, Medan, Rabu (8/7/2026), mengenai dampak AI terhadap dunia kerja. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MEDAN, RadarBangsa.co.id – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah pola kerja di berbagai sektor industri. Pemerintah menilai perubahan tersebut bukan sekadar tantangan, melainkan momentum untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu mengikuti kebutuhan pasar kerja yang terus bergerak.

Pesan itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat memberikan kuliah umum bertema Menyiapkan SDM Unggul Masa Depan di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (8/7/2026). Menurutnya, transformasi digital, AI, dan perubahan industri telah melahirkan cara kerja baru yang menuntut kemampuan berbeda dibanding sebelumnya.

Yassierli menegaskan perkembangan teknologi tidak serta-merta menghapus profesi, tetapi mengubah cara pekerjaan dijalankan. Karena itu, pekerja maupun calon tenaga kerja dituntut memiliki kemampuan yang terus diperbarui agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia usaha.

“Perubahan teknologi saat ini banyak mengubah hal di industri, tapi sebenarnya bukan menghilangkan profesinya, melainkan menghilangkan cara bekerjanya,” kata Yassierli.

Ia menjelaskan tantangan ketenagakerjaan saat ini tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga memastikan kompetensi angkatan kerja sejalan dengan perkembangan teknologi. Kesesuaian antara kebutuhan industri dan kemampuan tenaga kerja dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing nasional.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan terus memperkuat pelatihan vokasi melalui program upskilling dan reskilling. Pemerintah juga mengintegrasikan layanan pelatihan, sertifikasi kompetensi, informasi lowongan kerja, hingga pemagangan melalui platform SIAPkerja.

“Saya bertanggung jawab mulai dari penyiapan angkatan kerja, mereka mencari kerja di industri, sampai kemudian mengantarkan mereka selesai bekerja. Itu adalah ekosistem yang harus kita bangun bersama,” ujarnya.

Selain itu, Kemnaker memperluas Program Pemagangan Nasional dengan target 150 ribu peserta. Program tersebut diharapkan memberi pengalaman kerja sekaligus meningkatkan keterampilan calon tenaga kerja sebelum memasuki dunia industri.

Mengacu pada perkembangan AI, transformasi digital, dan ekonomi hijau, Yassierli menilai kebutuhan kompetensi tenaga kerja akan terus berubah. Ia juga mengutip proyeksi World Economic Forum yang menunjukkan akan muncul berbagai jenis pekerjaan baru seiring transformasi teknologi.

Karena itu, perguruan tinggi didorong menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri. Menurutnya, lulusan tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan akademik, tetapi juga harus memiliki keterampilan yang dapat dibuktikan melalui pengalaman, sertifikasi, maupun portofolio.

“Saat ini industri semakin mengutamakan keterampilan. Yang dinilai bukan hanya ijazah, tetapi apa yang benar-benar mampu dikerjakan oleh seseorang,” jelasnya.

Yassierli mengajak mahasiswa mulai membangun kompetensi sejak masih menempuh pendidikan melalui magang, pelatihan, organisasi, serta sertifikasi profesi. “CV itu bukan dibuat ketika akan melamar pekerjaan, tetapi direncanakan sejak awal. Bangun pengalaman dan kumpulkan kompetensi. Itulah yang akan membuat seseorang siap bersaing di pasar kerja,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Berita Terbaru