Kapolres Bantah Isu Pembebasan Pelaku Sabung Ayam di Kendal

Senin, 7 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.id – Kapolres Kendal AKBP Hendry S. Susanto menegaskan bahwa proses hukum terkait kasus sabung ayam di Dusun Krajan Tengah, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, masih terus berjalan.

Pihaknya membantah kabar yang menyebut para pelaku dilepas setelah penggerebekan berlangsung.

“Penanganan tetap berproses. Tidak ada pelaku yang dibebaskan begitu saja,” kata AKBP Hendry kepada wartawan, Senin (7/7/2025).

Dalam penggerebekan yang dilakukan Unit III Satreskrim Polres Kendal bersama Tim Opsnal pada Minggu sore sekitar pukul 16.30 WIB, polisi mengamankan 10 orang di lokasi kejadian. Namun, mereka bukan pelaku utama.

Sementara itu, menurut Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Rizky, 10 orang yang diamankan berstatus sebagai penonton yang berasal dari berbagai daerah, seperti Semarang, Pekalongan, dan Kendal.

“Mereka masih berstatus saksi dan dikenakan wajib lapor. Sedangkan pelaku utama, berinisial S alias PN, melarikan diri saat penggerebekan,” ujar Rizky.

Pihak kepolisian masih memburu pelaku lainya, dan telah menyebarkan informasi keberadaannya ke seluruh jajaran.

Selain mengamankan sejumlah orang, petugas juga menyita berbagai barang bukti dari lokasi sabung ayam tersebut. Barang bukti yang diamankan antara lain:

20 unit sepeda motor, dua, unit mobil, Delapan ekor ayam aduan

dua, kurungan ayam dari serta dua jam dinding pengatur pertandingan. Adapun, barang bukti kini diamankan di Mapolres Kendal untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Polres Kendal juga mengecam informasi yang menyebut para pelaku dibebaskan.

Menurut AKP Rizky kabar tersebut tidak berdasar sehingga, bisa menyesatkan publik.

“Pemberitaan seperti itu tidak sesuai fakta hukum. Proses hukum kami jalankan berdasarkan alat bukti dan prosedur, bukan opini,” ujarnya.

Ia juga memastikan tidak ada pembiaran maupun perlindungan terhadap pelaku, sebagaimana isu yang beredar di media sosial.

Sebagai langkah preventif, Polres Kendal juga memperkuat pengawasan dengan menggandeng aparat desa, tokoh agama, dan Bhabinkamtibmas.

“Kami sedang menyusun pola pengawasan berbasis komunitas. Partisipasi masyarakat sangat penting untuk memberantas praktik perjudian,” ucap Rizky.

Kapolres Hendry menegaskan bahwa jajarannya akan bersikap profesional dan transparan dalam menangani kasus ini.

“Tidak hanya menangkap pelaku, kami pastikan setiap kasus diproses secara tuntas,” tegas Hendry.

 

Penulis : Rob

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Selasa, 3 November 2026 - 09:53

Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan

Senin, 2 November 2026 - 10:26

58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Berita Terbaru