LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Ancaman kekeringan ekstrem pada 2026 mulai diantisipasi serius oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan. Langkah ini krusial untuk menjaga stabilitas produksi pangan sekaligus melindungi petani dari risiko gagal panen akibat penurunan curah hujan.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Antisipasi dan Mitigasi Kemarau 2026 di Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026). Forum ini menjadi pijakan pemerintah daerah menyusun strategi konkret menghadapi potensi krisis air.
Berdasarkan paparan pemerintah pusat, musim kemarau 2026 diprediksi lebih panjang dengan risiko kekeringan tinggi. Data BMKG menunjukkan potensi fenomena El Nino mencapai 70–90 persen pada semester II, yang berdampak pada turunnya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut berpotensi memicu defisit air, penurunan luas tanam, hingga ancaman gagal panen—terutama di lahan tadah hujan. Dampaknya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga berpengaruh pada harga pangan dan daya beli masyarakat.
“Langkah antisipasi harus dilakukan sejak sekarang. Kami fokus pada penguatan infrastruktur air dan koordinasi lintas sektor agar produksi tetap terjaga,” kata Yuhronur Efendi.
Ia merinci, strategi yang disiapkan meliputi optimalisasi jaringan irigasi, penyediaan pompa air, pemanfaatan waduk, serta normalisasi sungai. Upaya ini ditujukan agar distribusi air tetap merata, terutama di wilayah rawan kekeringan.
“Air adalah kunci produksi. Kalau pengairan terjaga, petani tetap bisa tanam dan panen. Ini yang kami pastikan berjalan,” ujarnya.
Langkah daerah ini diperkuat kebijakan nasional melalui program distribusi pompa air untuk mengairi hingga 1 juta hektare lahan pertanian. Program tersebut diharapkan mampu menekan dampak kekeringan dan menjaga produktivitas sektor pertanian.
Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Lamongan memegang peran penting dalam menjaga pasokan beras. Stabilitas produksi di daerah ini berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional dan pengendalian inflasi.
“Dengan sinergi pusat dan daerah, kami optimistis Lamongan mampu melewati tantangan ini. Targetnya jelas, produksi tetap stabil dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” pungkasnya.
Lainnya:
- Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik
- Bupati Lamongan Lantik 34 Pejabat, Dorong Percepatan Layanan Publik dan Birokrasi Efektif
- 1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








