BANGKALAN, RadarBangsa.co.id — Upaya Pemerintah Kabupaten Bangkalan mempercepat pembenahan sarana pendidikan mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Alokasi anggaran untuk perbaikan dan rehabilitasi sekolah di daerah tersebut meningkat signifikan dan disebut menjadi yang terbesar di Jawa Timur.
Dukungan itu diperoleh setelah Pemkab Bangkalan secara aktif menyampaikan kondisi riil sekolah yang membutuhkan penanganan. Bupati Bangkalan Lukman Hakim bersama jajaran melakukan pemetaan kebutuhan sekaligus mempresentasikan kondisi sarana pendidikan kepada pemerintah pusat.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, menyambut positif usulan tersebut. Ia mengatakan, revitalisasi dan rehabilitasi satuan pendidikan merupakan bagian dari perhatian pemerintah untuk memastikan peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman dan layak.
“Pemerintah pusat melalui kementerian menyambut baik dan merespons positif usulan yang dipresentasikan oleh Pak Bupati beserta jajaran. Program revitalisasi dan rehabilitasi sekolah ini merupakan prioritas Presiden untuk memastikan seluruh fasilitas pendidikan di daerah aman, memadai, dan layak bagi anak-anak kita,” ujar Fajar.
Fajar juga menekankan bahwa material dan komponen teknis bangunan dapat disesuaikan dengan standar teknis yang efisien. Namun, penyesuaian tersebut tetap harus memperhatikan kekuatan, ketahanan, keamanan, dan kenyamanan bangunan dalam jangka panjang.
Di tingkat daerah, Pemkab Bangkalan terus memperbarui data kondisi sekolah agar intervensi pembangunan sesuai dengan tingkat kebutuhan di lapangan.
Jumlah sekolah yang masuk dalam usulan rehabilitasi pun terus bertambah dan kini mendekati 180 lokasi. Penanganan tersebut diharapkan dapat mencakup berbagai wilayah Bangkalan, mulai dari kawasan timur, barat, utara hingga selatan.
“Kami berusaha selalu mengakses anggaran dengan kondisi-kondisi riil yang kita presentasikan di pusat, sehingga alhamdulillah direspons dengan baik. Kami juga terus mendata ulang tingkat kerusakan sekolah agar penanganannya tepat sasaran,” kata Bupati Lukman.
Besarnya dukungan anggaran tersebut, menurut Lukman, harus diikuti tanggung jawab bersama agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, Pemkab Bangkalan tidak hanya mengejar jumlah sekolah yang dapat direhabilitasi. Kualitas hasil pekerjaan juga menjadi perhatian, termasuk penerapan standar material dan spesifikasi teknis dalam pembangunan.
“Saya minta ada standarisasi. Misalkan pintu harus fabrikasi, kemudian bagian pelubangan/kusen menggunakan PVC. Itu sudah menjadi standar lokal kita yang harus ditaati semua pihak demi menjaga kualitas fisik bangunan,” tegasnya.
Selain mutu konstruksi, persoalan status lahan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pada sejumlah lokasi, status lahan berpotensi menjadi kendala dalam pelaksanaan pembangunan. Pemkab Bangkalan akan melanjutkan langkah penyelesaian agar persoalan administrasi maupun status lahan tidak menghambat program rehabilitasi.
Dukungan terhadap program tersebut turut disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Kabupaten Bangkalan, H. Suparman Rosyidi.
Ia mengapresiasi langkah Pemkab Bangkalan dalam memperjuangkan dukungan anggaran pemerintah pusat untuk pembenahan fasilitas pendidikan.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras Bapak Bupati Lukman Hakim yang berhasil membawa anggaran perbaikan sekolah terbesar se-Jatim ini. Kami berharap proses belajar mengajar di Bangkalan kelak bisa berjalan jauh lebih nyaman, aman, dan kondusif bagi para siswa maupun guru,” ujarnya.
Suparman mengingatkan bahwa besarnya anggaran yang tersedia perlu diimbangi tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat dalam pengerjaan. Kontraktor dan penyedia jasa yang nantinya melaksanakan pekerjaan diharapkan mengedepankan profesionalisme, integritas, serta kepatuhan terhadap spesifikasi teknis.
“Saya sebagai Ketua Asosiasi Konstruksi mengimbau dan sangat berharap agar dalam pelaksanaan pengerjaan pembangunan nantinya, seluruh pelaksana benar-benar bekerja secara profesional dan sesuai dengan spesifikasi teknis, persis seperti apa yang diharapkan oleh Bapak Bupati demi mewujudkan fasilitas pendidikan yang berkualitas dan tahan lama di Kabupaten Bangkalan,” tegas Suparman.
Program rehabilitasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembenahan fisik bangunan sekolah. Perbaikan sarana pendidikan juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar bagi siswa maupun guru.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pengawalan Pemkab Bangkalan, serta tuntutan terhadap mutu pekerjaan, rehabilitasi sekolah yang kini mencakup hampir 180 lokasi diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Bangkalan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar