PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi gerakan penanaman mangrove yang digaungkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai gerakan sedekah oksigen. Menurut Lia, gerakan tersebut memiliki pesan penting tentang kepedulian lingkungan sekaligus tanggung jawab menjaga kehidupan generasi mendatang.
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai, penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan penghijauan. Lebih dari itu, gerakan tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap keberlangsungan ekosistem dan kehidupan masyarakat pesisir.
“Sedekah oksigen yang digaungkan Ibu Khofifah merupakan pesan luar biasa. Menanam mangrove bukan hanya menjaga lingkungan hari ini, tetapi juga memberikan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Ini gerakan positif yang patut diapresiasi dan dicontoh daerah lain,” ujar Lia.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui aksi penanaman mangrove serentak dengan pelibatan pelajar dan masyarakat dalam jumlah terbanyak di Jawa Timur.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam Festival Mangrove Jawa Timur XI di kawasan Bee Jay Bakau Resort (BJBR), Kota Probolinggo, Selasa (3/11/2026).
Bagi Lia, keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi bagian penting dalam membangun budaya peduli lingkungan. Sebab, keberhasilan menjaga alam tidak cukup hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi bersama.
Ia berharap gerakan sedekah oksigen dapat menginspirasi daerah lain untuk mengembangkan kegiatan serupa. Dengan demikian, penanaman mangrove tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan lingkungan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Khofifah menyebut penanaman mangrove sebagai bentuk sedekah oksigen yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Bagi saya ini adalah sedekah oksigen. Jadi kalau zaman Googling, sedekah oksigen itu insyaallah ketemunya mangrove. Saya selalu mengajak kita untuk bersedekah oksigen,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, mangrove memiliki fungsi penting dalam mencegah abrasi, menjaga keanekaragaman hayati, menyerap karbon, serta menopang kehidupan masyarakat pesisir.
Ia juga mengingatkan bahwa penanaman mangrove harus disertai perawatan dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan agar manfaat ekologisnya tetap terjaga.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur Jumadi melaporkan luas kawasan mangrove di Jawa Timur meningkat dari 27.221 hektare pada 2021 menjadi 31.067 hektare pada 2025. Artinya, terdapat penambahan 3.846 hektare dalam kurun empat tahun.
Jumadi juga menyebut tutupan mangrove Jawa Timur merupakan yang tertinggi di Pulau Jawa, dengan luasan hampir 50 persen dari total kawasan mangrove regional.
Capaian tersebut memperkuat pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga ekosistem pesisir. Bagi Lia Istifhama, semangat sedekah oksigen perlu terus diperluas agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar