Bukan Sekadar Rasa, Ini Perbedaan Kopi Cening dan Sukorejo Kendal

Sabtu, 7 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.id – Kopi asal Desa Cening, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kopi dari wilayah Sukorejo. Perbedaan kondisi tanah dan suhu udara diduga memengaruhi cita rasa hingga kandungan minyak pada biji kopi.

Petani kopi Desa Cening, Hartono, mengatakan tanah perkebunan di wilayahnya memiliki warna putih keabu-abuan, berbeda dengan sejumlah daerah penghasil kopi lain yang cenderung berwarna merah.

“Yang memengaruhi itu suhu udara dan tekstur tanahnya. Tanah di Cening ini berbeda dengan daerah lain. Kalau daerah lain tanahnya merah, di sini putih keabu-abuan. Itu juga berpengaruh terhadap hasil kopinya, termasuk kadar minyaknya,” ujar Hartono, Sabtu (7/11/2026).

Di Desa Cening, petani membudidayakan tiga jenis kopi, yakni robusta, arabika, dan kopi lanang. Keunikan kopi lokal tersebut bahkan telah menembus pasar internasional sejak sekitar 2009, dengan pemasaran ke lima negara, di antaranya Belanda, Prancis, Malaysia, dan Singapura.

Hartono menyebut pemasaran ke luar negeri awalnya berkembang melalui jaringan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kendal. Mereka memperkenalkan kopi Cening kepada rekan kerja hingga mendapat respons positif dan pesanan berkelanjutan.

Dari sisi harga, kopi roasting kemasan 250 gram dijual sekitar Rp 26 ribu. Sementara harga green bean yang sebelumnya mencapai Rp 70 ribu per kilogram kini turun mengikuti kondisi pasar.

Meski memiliki potensi pasar hingga mancanegara, petani masih menghadapi kendala produktivitas, terutama saat musim kemarau. “Sejumlah tanaman kopi mengalami kekeringan hingga mati akibat keterbatasan sumber air dan sulitnya pengairan,”kata Hartono.

Dengan karakteristik alam yang khas dan pasar yang telah menjangkau sejumlah negara, kopi Cening berpotensi menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Kendal. Namun, dukungan sarana pengairan diperlukan agar produktivitas perkebunan tetap terjaga.

 

 

Penulis : Rbn

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Tak Perlu Ajukan Surat, Sidoarjo Hapus Denda PBB hingga Pajak Restoran
288 Rumah Terdampak Angin Kencang, Sidoarjo Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Dua Kali Didatangi Pagi Hari, LSM BPPI Soroti Kantor Desa Rancahan
Kisruh Dana dan Data, MBG di Empat Sekolah Lamongan Terhenti
Dulu Belajar Beralaskan Karpet, Murid TK Kartika Lamongan Kini Bertambah
Jombang Berangkatkan 289 Atlet, Dua Medali Emas Sudah Diraih Sebelum POPDA Dibuka
Jombang Raih ATM Award 2026, Inovasi Skrining TBC Jadi Salah Satu Sorotan
Jembatan Sentong Sudah Dibuka, Hak Pekerja Justru Tertinggal: Upah Sebulan Diduga Belum Dibayar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 12:02

Bukan Sekadar Rasa, Ini Perbedaan Kopi Cening dan Sukorejo Kendal

Sabtu, 7 November 2026 - 07:21

Tak Perlu Ajukan Surat, Sidoarjo Hapus Denda PBB hingga Pajak Restoran

Sabtu, 7 November 2026 - 07:12

288 Rumah Terdampak Angin Kencang, Sidoarjo Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Jumat, 6 November 2026 - 19:23

Dua Kali Didatangi Pagi Hari, LSM BPPI Soroti Kantor Desa Rancahan

Jumat, 6 November 2026 - 17:15

Kisruh Dana dan Data, MBG di Empat Sekolah Lamongan Terhenti

Berita Terbaru