Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama, Minta Presiden Prabowo Bentuk Badan Khusus untuk Percepatan Pembangunan Madura

Senin, 6 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama (tengah), berfoto bersama sejumlah pihak usai pertemuan membahas percepatan pembangunan Madura di Kantor DPD RI Provinsi Jawa Timur. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama (tengah), berfoto bersama sejumlah pihak usai pertemuan membahas percepatan pembangunan Madura di Kantor DPD RI Provinsi Jawa Timur. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Dorongan agar Presiden Prabowo Subianto segera membentuk Badan Khusus Pengembangan Madura semakin menguat. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau akrab disapa Ning Lia, menilai keberadaan lembaga ini krusial untuk mempercepat pembangunan di empat kabupaten Madura: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Menurutnya, kesenjangan pembangunan di Madura sudah terlalu lama terjadi dibanding wilayah lain di Jawa Timur. Karena itu, dibutuhkan wadah yang bekerja lintas sektor dan berkoordinasi langsung dengan Presiden.

“Sudah saatnya Madura memiliki badan yang fokus mengelola pembangunan. Masalah di sini kompleks, sehingga butuh koordinasi di level tertinggi,” kata Ning Lia di Surabaya, Senin (6/10/2025).

Ia menyoroti rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta ketimpangan infrastruktur dasar, mulai dari jalan, pelabuhan, listrik, hingga air bersih. Kondisi ini, menurutnya, membuat investor ragu menanamkan modal.

“Banyak potensi Madura, dari garam, migas, perikanan, hingga wisata bahari. Tapi keterbatasan infrastruktur dan tumpang tindih regulasi membuat peluang itu belum tergarap optimal,” jelasnya.

Dengan badan khusus, pemerintah bisa membuka ruang investasi lebih cepat, menata kawasan strategis terutama di sekitar Jembatan Suramadu, serta memastikan program pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Selain sektor energi dan perikanan, Ning Lia menekankan peran ribuan pesantren di Madura yang dapat diberdayakan melalui pelatihan digital, ekonomi kreatif, dan kewirausahaan santri.

“Pesantren bisa menjadi motor ekonomi baru. Dengan pemberdayaan yang tepat, santri tidak hanya jadi pelaku pendidikan, tapi juga penggerak ekonomi,” tambahnya.

Ia menilai, Jembatan Suramadu sejauh ini belum memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Badan khusus, lanjutnya, dapat memastikan Suramadu menjadi pusat kawasan industri, logistik, dan pariwisata.

Ning Lia menekankan, pembentukan badan ini sekaligus bentuk keadilan sosial bagi masyarakat Madura. “Tanpa badan khusus, arah pembangunan akan berubah setiap kali ganti pejabat. Keppres dari Presiden Prabowo akan menjamin keberlanjutan program,” ujarnya.

Usulan ini juga mendapat dukungan dari berbagai tokoh, di antaranya anggota DPR RI Willy Aditya dan Syafiuddin, KH Mohammad Nasih Aschal (DPRD Jatim), Ahmad Juhairi (DPRD Sumenep), serta akademisi Universitas Trunojoyo Madura, Surokhim.

Mereka menilai Badan Khusus Pengembangan Madura menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat visi keadilan sosial di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru