Pasar Murah ke-118 di Magetan, Khofifah: Jaga Daya Beli dan Stabilkan Harga Pokok

Senin, 6 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan paket sembako kepada warga saat Pasar Murah ke-118 di Magetan, Minggu (5/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan paket sembako kepada warga saat Pasar Murah ke-118 di Magetan, Minggu (5/10/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MAGETAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Pasar Murah ke-118 di Rumah Promosi Produk IKM, Kabupaten Magetan, Minggu (5/10/2025). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut, kegiatan ini bukan hanya menjual sembako dengan harga lebih rendah, tetapi juga upaya menjaga daya beli dan mewujudkan ekonomi berkeadilan.

“Pasar murah adalah ikhtiar untuk menjaga keterjangkauan harga, memastikan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah tetap bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang adil,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan, keadilan ekonomi harus tercermin dalam setiap kebijakan pemerintah, termasuk dalam pengendalian harga pangan. Pemprov Jatim, kata dia, berupaya menyeimbangkan kepentingan produsen, pelaku usaha, dan konsumen.

Dalam pelaksanaan di Magetan, sejumlah bahan pokok dijual jauh di bawah harga pasar. Beras premium misalnya, dilepas Rp14.000 per kilogram (Rp70.000 per sak), lebih murah dibanding harga pasar Rp15.166. Sementara beras SPHP dijual Rp11.000 per kilogram, dengan total stok mencapai 10 ton.

Komoditas lain juga mengalami pemangkasan harga. Gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram (harga pasar Rp16.166), MinyaKita Rp13.000 per liter (harga pasar Rp15.900), dan telur ayam ras Rp22.000 per pack (harga pasar Rp27.000). Sementara bawang merah Rp28.000 per kilogram dan bawang putih Rp24.000 per kilogram, keduanya lebih rendah dibanding harga pasar dan HET.

“Dengan harga seperti ini, masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok tanpa terbebani lonjakan harga,” jelas Khofifah.

Khofifah menambahkan, pasar murah berkontribusi langsung pada pengendalian inflasi di Jawa Timur. Ia menyebut, menjaga stabilitas harga di daerah juga berarti memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Lebih dari sekadar distribusi pangan murah, Pemprov Jatim selalu melibatkan pelaku UMKM di setiap lokasi pasar murah. Produk lokal ditampilkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.

“Kami ingin UMKM juga tumbuh bersama. Kuliner Magetan misalnya, sangat kreatif dan potensial. Tinggal bagaimana membuka akses pasar, termasuk lewat platform online,” katanya.

Menurut Khofifah, sinergi antara pasar murah dan promosi produk lokal dapat memperluas jaringan usaha hingga ke misi dagang antarprovinsi. “Produk yang lolos kurasi bisa kita bawa ke misi dagang. Biasanya, pelaku usaha yang ikut akan mengalami lonjakan pasar yang signifikan,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru