Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama Soroti Tragedi di Cangar Mojokerto, Desak Langkah Nyata Cegah Kasus Serupa

Jumat, 24 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau Ning Lia, menyampaikan duka mendalam, Kamis (23/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau Ning Lia, menyampaikan duka mendalam, Kamis (23/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MOJOKERTO, RadarBangsa.co.id – Peristiwa tragis kembali terjadi di kawasan Jembatan Cangar, jalur penghubung Mojokerto–Batu. Seorang pria ditemukan meninggal dunia di bawah jembatan, Kamis (23/4/2026), memicu kekhawatiran publik karena kejadian serupa terjadi kurang dari satu bulan sebelumnya.

Kasus berulang di lokasi yang sama ini tidak hanya menjadi perhatian aparat, tetapi juga memunculkan desakan serius terhadap penguatan pengawasan dan penanganan isu kesehatan mental di ruang publik.

Berdasarkan temuan di lapangan, dugaan korban mengakhiri hidupnya menguat. Warga menemukan sandal di tepi jembatan, sementara sebuah sepeda motor lengkap dengan helm terparkir tak jauh dari lokasi.

Selain itu, rekaman yang beredar menunjukkan adanya tali yang terikat pada bagian besi jembatan. Polisi langsung melakukan evakuasi dan penyelidikan untuk memastikan identitas korban serta penyebab pasti kejadian.

Kawasan Jembatan Cangar kini menjadi titik rawan yang disorot masyarakat. Sebelumnya, pada 31 Maret 2026, seorang pria asal Trowulan juga ditemukan meninggal di lokasi yang sama.

Menanggapi kejadian ini, anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau Ning Lia, menyampaikan duka mendalam sekaligus peringatan keras bagi semua pihak agar tidak mengabaikan persoalan ini.

“Saya sangat berduka atas kejadian ini. Ini bukan sekadar peristiwa, tetapi alarm bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap kondisi mental masyarakat,” ujarnya.

Ning Lia menegaskan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah keputusan ekstrem. “Apa pun masalahnya, jangan dihadapi sendiri. Selalu ada jalan keluar dan selalu ada orang yang peduli,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengambil langkah konkret, mulai dari peningkatan pengawasan di lokasi hingga penyediaan layanan konseling yang mudah diakses.

“Perlu ada langkah nyata, bukan hanya respons sesaat. Edukasi kesehatan mental dan kehadiran layanan pendampingan harus diperkuat,” tambahnya.

Hingga kini, aparat masih mendalami kasus tersebut. Sementara itu, masyarakat diimbau lebih peka terhadap kondisi sekitar dan tidak ragu mencari bantuan saat menghadapi tekanan hidup.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan jiwa tidak hanya soal keamanan fisik, tetapi juga perhatian serius terhadap kesehatan mental.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Ledakan di PT Superior Prima Sukses Lamongan, 1 Orang Tewas dan 6 Pekerja Luka Serius
Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan
Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran
Angin Kencang Robohkan 15 Tenda Pameran di Babat Lamongan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Senin, 14 September 2026 - 19:39

Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Senin, 14 September 2026 - 08:28

Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Berita Terbaru