Anggota DPD RI Lia Istifhama Apresiasi Revitalisasi Sekolah Prabowo, Dorong Ekosistem Pendidikan Daerah

Senin, 16 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama menyampaikan apresiasi terhadap program revitalisasi sekolah dan sanitasi pendidikan, Senin (16/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama menyampaikan apresiasi terhadap program revitalisasi sekolah dan sanitasi pendidikan, Senin (16/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., mengapresiasi program percepatan revitalisasi fasilitas pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan infrastruktur sekolah dan sanitasi di berbagai daerah.

Program ini mencakup pembangunan ratusan fasilitas sanitasi serta revitalisasi sekolah di kawasan transmigrasi yang tersebar di puluhan provinsi. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan belajar sekaligus memperkuat pemerataan pendidikan di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan sarana.

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai pembangunan 454 unit toilet dan sarana air bersih (SAB) serta revitalisasi 478 sekolah di kawasan transmigrasi merupakan langkah awal yang penting. Program tersebut dinilai menjadi fondasi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat, aman, dan layak bagi siswa.

“Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan guru, tetapi juga oleh lingkungan belajar yang sehat, aman, dan manusiawi. Sanitasi yang layak dan ruang belajar yang baik adalah fondasi dasar bagi proses pendidikan yang bermartabat,” ujar Ning Lia, Senin (16/3/2026).

Berdasarkan data pemerintah, program pembangunan sanitasi sekolah tersebut telah menjangkau 27 provinsi yang mencakup 122 kabupaten, 231 kecamatan, serta 399 desa. Sementara itu, program revitalisasi sekolah dilaksanakan di 114 kabupaten, 218 kecamatan, dan 406 desa yang tersebar di 129 kawasan transmigrasi.

Menurut Ning Lia, langkah pemerintah tersebut menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional, khususnya di wilayah yang sebelumnya belum mendapatkan akses fasilitas pendidikan yang memadai.

Ia menambahkan, persoalan sanitasi di sekolah selama ini kerap dipandang sebagai hal kecil, padahal memiliki dampak besar terhadap kesehatan siswa, kenyamanan belajar, serta pembentukan budaya hidup bersih di lingkungan sekolah.

“Sekolah yang bersih dan layak akan membentuk karakter siswa sejak dini. Anak-anak akan belajar tentang disiplin, kesehatan, dan penghargaan terhadap lingkungan,” jelasnya.

Namun demikian, Ning Lia menilai revitalisasi sekolah tidak boleh berhenti hanya pada perbaikan fisik bangunan. Ia mendorong agar program tersebut dikembangkan dengan pendekatan yang lebih komprehensif melalui penguatan ekosistem pendidikan di daerah.

“Revitalisasi sekolah seharusnya tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang adaptif. Misalnya dengan menghadirkan literasi digital, laboratorium keterampilan, hingga kurikulum yang relevan dengan potensi daerah transmigrasi seperti pertanian, perikanan, atau ekonomi kreatif lokal,” ungkapnya.

Menurut Ning Lia, kawasan transmigrasi memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah. Oleh karena itu, pendidikan di wilayah tersebut harus diarahkan untuk mencetak generasi yang tidak hanya memiliki pendidikan formal, tetapi juga keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Ia menilai pendekatan revitalisasi berbasis kawasan dapat memperkuat keterhubungan antara sekolah dengan potensi ekonomi lokal. Dengan demikian, lulusan sekolah tidak hanya siap melanjutkan pendidikan, tetapi juga mampu berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat dalam memastikan keberlanjutan program revitalisasi sekolah.

“Sekolah di kawasan transmigrasi harus menjadi pusat pengembangan masyarakat. Dengan adanya kolaborasi lintas sektor, revitalisasi pendidikan dapat berjalan berkelanjutan dan benar-benar berdampak bagi peningkatan kualitas generasi muda,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah
Extranas ke-8 Digelar di Lamongan, Libatkan 137 Madrasah dari 19 Provinsi
Pusat Riset Pesantren Jatim Diluncurkan, Khofifah Dorong Santri Melek Zaman

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27

Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas

Sabtu, 12 September 2026 - 17:46

Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya

Berita Terbaru