Angin Kencang Terjang Pasuruan, BPBD Ingatkan Ancaman Puting Beliung

Selasa, 6 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan penanganan pohon tumbang pasca angin kencang. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Petugas BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan penanganan pohon tumbang pasca angin kencang. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan puting beliung yang diperkirakan masih berlanjut hingga pertengahan Januari 2026. Peringatan ini menyusul rangkaian kejadian kerusakan bangunan dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

BPBD mencatat, angin kencang telah menyebabkan kerusakan serius di sejumlah kecamatan. Pada Sabtu (3/1/2026) malam, sebuah rumah milik Abdul Kholik di Dusun Wuwung, Desa Jogorepuh, Kecamatan Pasrepan, dilaporkan ambruk setelah diterjang angin kencang. Di hari yang sama, peristiwa serupa terjadi di Dusun Ploso, Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso. Rumah milik Aminah roboh akibat terpaan angin disertai hujan deras.

Dampak cuaca ekstrem berlanjut keesokan harinya. Pada Minggu (4/1/2026) sore, sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa bangunan Cafe Elwoods, mengakibatkan kerusakan pada bagian atap. Tidak ada laporan korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut, namun kerugian material cukup signifikan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa hampir seluruh wilayah Pasuruan mengalami kondisi cuaca ekstrem. “Dalam beberapa hari terakhir, hujan turun hampir setiap hari dengan intensitas sedang hingga lebat dan disertai angin kencang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).

Ia menambahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini potensi cuaca ekstrem pada 1–10 Januari 2026. “Potensi paling tinggi terjadi mulai siang hingga sore hari,” kata Sugeng.

Terkait penanganan darurat, BPBD memastikan langsung bergerak setelah kejadian. “Kami berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pemilik bangunan, lalu melakukan pemotongan pohon dan pembersihan lokasi agar aktivitas warga bisa kembali normal,” ujarnya.

BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. “Jika hujan deras disertai angin, sebaiknya menepi di tempat aman dan menghindari berteduh di bawah pohon besar,” pungkas Sugeng.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru