Gubernur Khofifah Tinjau Kesiapan Angkutan Nataru di Ketapang Banyuwangi, Armada dan Cuaca Jadi Fokus

- Redaksi

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Basarnas Muhammad Safii meninjau kesiapan angkutan Natal dan Tahun Baru di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Basarnas Muhammad Safii meninjau kesiapan angkutan Natal dan Tahun Baru di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Safii meninjau langsung kesiapan pelayanan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Senin (29/12). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kelayakan armada, kesiapan personel, serta mitigasi risiko cuaca ekstrem di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.

Khofifah menegaskan, lintasan Selat Bali merupakan salah satu jalur penyeberangan tersibuk di Indonesia, khususnya saat periode libur panjang akhir tahun. Karena itu, faktor keselamatan pelayaran harus ditempatkan sebagai prioritas utama di atas aspek lainnya.

“Saya bersama Bapak Kepala Basarnas menekankan agar seluruh pihak benar-benar siaga. Keselamatan dan keamanan pelayaran harus menjadi prioritas, dengan memastikan kelayakan kapal, kesiapan awak, keandalan operasional, serta mitigasi cuaca ekstrem dan kondisi darurat lainnya,” ujar Khofifah.

Ia menekankan bahwa setiap kapal yang dioperasikan wajib memenuhi standar keselamatan, baik dari sisi teknis maupun administratif. Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan selama Nataru harus diimbangi dengan pengawasan ketat agar tidak terjadi kelebihan muatan maupun kelalaian prosedur.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga memaparkan kondisi cuaca berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda. Ia menyebutkan, potensi curah hujan di Jawa Timur pada Januari 2026 diperkirakan meningkat signifikan dibandingkan Desember 2025.

“Data BMKG Juanda menunjukkan intensitas hujan Desember berada di kisaran 20 persen, lalu Januari diproyeksikan meningkat hingga 58 persen atau hampir tiga kali lipat, sebelum kembali turun sekitar 22 persen pada Februari,” jelasnya.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan wilayah lain. “Di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, laju air hujan sekitar 135 milimeter. Sementara di Jawa Timur pada Januari bisa mencapai 300 hingga 400 milimeter. Ini kondisi yang harus diwaspadai bersama,” imbuhnya.

Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi tersebut, Pemprov Jawa Timur telah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah dilaksanakan sejak 5 Desember 2025. Namun Khofifah menegaskan bahwa upaya teknis harus dibarengi dengan kesiapsiagaan semua pihak.

“Itulah sebabnya kami mengeluarkan surat edaran kepada bupati dan wali kota agar tidak merayakan pergantian tahun secara euforia. Ini bagian dari ikhtiar mitigasi sekaligus ajakan refleksi dan doa, karena keselamatan Jawa Timur adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Selain fokus pada penyeberangan, Khofifah juga mengingatkan adanya potensi lonjakan wisatawan domestik ke Jawa Timur selama libur Nataru. Ia menyebutkan, Banyuwangi dengan wisata baharinya diprediksi menjadi salah satu tujuan favorit, bahkan melebihi Bali.

“Saya mengimbau para orang tua dan pengelola wisata pantai maupun wisata air agar meningkatkan pengawasan. Potensi hujan masih tinggi, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kewaspadaan ini tidak hanya berlaku saat Nataru, tetapi juga bersifat jangka panjang. “Februari masih berpotensi hujan, sementara arus mudik Idulfitri juga akan meningkat. Sinergi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci,” tegas Khofifah.

Sementara itu, General Manager ASDP Ketapang Ardhy Ekapaty menjelaskan bahwa puncak arus penyeberangan terjadi pada 21–23 Desember menjelang Natal serta 28–29 Desember menjelang Tahun Baru. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP telah menyiapkan skema pengoperasian kapal secara fleksibel.

“Dalam kondisi normal kami mengoperasikan 28 kapal. Saat padat kami siapkan 30 kapal, dan pada kondisi sangat padat hingga 32 kapal. Selain itu, buffer zone juga disiapkan di Ketapang dan Gilimanuk,” jelas Ardhy.

Kepala Basarnas Muhammad Safii menambahkan, kesiapsiagaan pengamanan dan keselamatan selama angkutan Nataru di Jawa Timur telah direncanakan dan dijalankan dengan baik. Ia menyebut koordinasi lintas sektor menjadi faktor kunci dalam memastikan kelancaran pelayanan.

“Kegiatan ini sudah direncanakan dengan baik dan pelaksanaannya berjalan sesuai harapan. Prediksi risiko yang sebelumnya dikhawatirkan, Alhamdulillah sejauh ini tidak menimbulkan kejadian khusus,” ungkapnya.

Menurut Safii, Basarnas menjadi bagian dari operasi terpadu Nataru bersama Kementerian Perhubungan, Kepolisian, pemerintah daerah, dan instansi terkait. “Kami berharap tidak ada kejadian yang memerlukan penanganan khusus, namun seluruh sistem tetap kami siapkan agar respons bisa dilakukan cepat dan tepat,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Drainase Tak Kunjung Dibangun, Jalan Lingkungan Kampung Baru Pacitan Jadi Sorotan
Jelang Ramadan, Gubernur Khofifah Perkuat Intervensi Harga Lewat Pasar Murah di Jember
Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Dorong Belanja Digital untuk Tekan Celah Birokrasi
Bupati Probolinggo Tinjau Lokasi Banjir, Tekankan Respons Cepat dan Mitigasi Terukur
Ekspor Banyuwangi Tembus Rp3,9 Triliun, Produk Perikanan Jadi Andalan Global
Kerja Bakti Warga Jadi Kunci Sukses Program Bangkalan Bherse Onggu
Khofifah Dorong IKA UNAIR Sinkronkan Program dengan Agenda Nasional, dari MBG hingga Penguatan Sapi Perah
Golkar Kendal Salurkan Bantuan ke Dapur Umum Warga Terdampak Banjir

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 21:35 WIB

Drainase Tak Kunjung Dibangun, Jalan Lingkungan Kampung Baru Pacitan Jadi Sorotan

Senin, 19 Januari 2026 - 21:12 WIB

Jelang Ramadan, Gubernur Khofifah Perkuat Intervensi Harga Lewat Pasar Murah di Jember

Senin, 19 Januari 2026 - 11:13 WIB

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Dorong Belanja Digital untuk Tekan Celah Birokrasi

Minggu, 18 Januari 2026 - 18:33 WIB

Bupati Probolinggo Tinjau Lokasi Banjir, Tekankan Respons Cepat dan Mitigasi Terukur

Minggu, 18 Januari 2026 - 18:16 WIB

Ekspor Banyuwangi Tembus Rp3,9 Triliun, Produk Perikanan Jadi Andalan Global

Berita Terbaru

Kondisi jalan lingkungan Kampung Baru, Desa Sirnoboyo, Pacitan, tergenang air saat hujan karena belum dilengkapi saluran drainase. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Politik - Pemerintahan

Drainase Tak Kunjung Dibangun, Jalan Lingkungan Kampung Baru Pacitan Jadi Sorotan

Senin, 19 Jan 2026 - 21:35 WIB