Semarang Terendam Banjir, Lurah Muktiharjo Kidul dan Tim BASARNAS Evakuasi Warga

- Redaksi

Jumat, 15 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Hujan deras tanpa henti melanda wilayah Kota Semarang sejak Rabu malam menyebabkan banjir meluas dan merendam sejumlah daerah di Kota Semarang termasuk Kelurahan Muktiharjo Kidul.

Pada Kamis, 14 Maret 2024, Lurah Muktiharjo Kidul beserta staff dan Tim Basarnas Kota Semarang bergerak cepat mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

Menurut laporan yang diterima, banjir disebabkan oleh tingginya curah hujan yang terus-menerus sejak malam sebelumnya.

Banyak rumah di Kelurahan Muktiharjo Kidul yang terendam banjir dan warga yang membutuhkan evakuasi terutama balita dan lansia. Ada ratusan warga yang mengungsi ke rumah ibadah, balai kelurahan dan tempat yang lebih tinggi. Kedalaman banjir mulai 50 cm sampai 1 meter atau sepinggang orang dewasa.

Meski situasi Kelurahan Muktiharjo Kidul terendam banjir, tidak menyurutkan semangat dan tanggung jawab Lurah Muktiharjo Kidul Sofia Ernawati SE mm dan tim Basarnas bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada korban banjir.

Dalam keterangannya, Bu Sofia panggilan Lurah Muktiharjo Kidul, menyatakan, “Hari ini, Semarang dilanda banjir bencana alam. Kelurahan Muktiharjo Kidul terkena dampak banjir yang melanda wilayah ini. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Semarang dan Instansi terkait tetap berupaya menyelesaikan masalah banjir dan membantu warga yang terkena dampak. Untuk itu, kami tetap bekerja membantu warga yang membutuhkan evakuasi.”

Dalam waktu yang sama Bahtiar Nanang Danru III Basarnas Kota Semarang juga menyampaikan sudah mengevakuasi lebih dari 145 warga Muktiharjo Kidul.

“Sampai saat ini jam 14.00 WIB Kami bersama satu regu sejumlah 8 sudah mengevakuasi lebih dari 145 orang warga Muktiharjo Kidul. Dan untuk titik evakuasi kami tempatkan di Kecamatan.,” ucap Bahtiar.

Lainnya:

Berita Terkait

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 17:54 WIB

Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi

Senin, 4 Mei 2026 - 11:41 WIB

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Berita Terbaru