Aplikasi KALDU PKV, Inovasi Digital NTB untuk Cegah Penyakit Jantung

Minggu, 28 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Upaya menekan angka penyakit jantung di Indonesia kembali digelorakan melalui peluncuran aplikasi inovatif karya anak daerah. Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia (29 September) sekaligus Hari Apoteker Sedunia (25 September), Yayasan Jantung Cabang NTB bersama sejumlah institusi menggelar kegiatan kesehatan di Teras Udayana, Mataram, Minggu (28/9/2025).

Acara tersebut menghadirkan senam jantung sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian vitamin, hingga soft launching aplikasi KALDU PKV (Kalkulator dan Edukasi Penyakit Kardiovaskular). Aplikasi ini dikembangkan tim peneliti Poltekkes Kemenkes Mataram bekerja sama dengan Universitas Mataram, dengan melibatkan para ahli kesehatan dan programmer lokal.

dr. Yusra Pintaningrum, Sp.JP., FIHA, FAPSC, salah satu anggota tim sekaligus dokter spesialis jantung, menjelaskan latar belakang lahirnya aplikasi ini. Menurutnya, tren penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia, termasuk di NTB, terus meningkat. Kondisi ini menuntut adanya edukasi dan inovasi yang bisa menjangkau masyarakat lebih luas.

“Aplikasi KALDU PKV dirancang untuk menjawab tantangan deteksi dini penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Berbasis algoritma WHO CVD Risk Chart, aplikasi ini dapat menghitung risiko penyakit jantung dengan cepat, akurat, dan bisa digunakan tanpa koneksi internet,” ujar dr. Yusra.

Tidak hanya sebagai alat bantu diagnosis, KALDU PKV juga dilengkapi fitur penyimpanan data pasien. Hal ini memudahkan petugas kesehatan di Puskesmas untuk merekap hasil pemeriksaan dan menyusun laporan secara digital. Dengan tampilan sederhana dan bahasa yang mudah dipahami, aplikasi ini dapat digunakan oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat umum.

“KALDU PKV kita kembangkan dengan konsep user friendly. Harapannya, siapapun bisa menggunakannya, bahkan tanpa latar belakang medis sekalipun,” tambahnya.

Selain dr. Yusra, pengembangan aplikasi ini melibatkan akademisi Poltekkes Kemenkes Mataram seperti Lale Budi Kusuma Dewi, Ari Khusuma, dan Agrijanti. Dari Universitas Mataram turut serta Dr. Wahyu Sulistya Affarah,MPH. Aplikasi ini dikembangkan secara teknis oleh Lalu Habib Sasiwimba, seorang programmer muda NTB.

Kepala Dinas Kesehatan NTB bersama Direktur Poltekkes Kemenkes Mataram meresmikan soft launching aplikasi tersebut, disaksikan perwakilan BPOM, Yayasan Jantung Indonesia cabang NTB, Rotary Club, serta Ikatan Apoteker Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr.dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.,MARS yang turut hadir menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung sektor kesehatan. Ia menilai aplikasi KALDU PKV sejalan dengan visi pemerintah dalam menekan angka penyakit tidak menular, sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dengan hadirnya aplikasi ini, NTB bertekad memberi kontribusi nyata bagi Indonesia dalam menurunkan risiko penyakit jantung.

“Kami berharap KALDU PKV dapat menjadi solusi praktis, tidak hanya di NTB, tetapi juga nasional, dalam upaya menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular,” pungkas dr. Yusra.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru