MATARAM, RadarBangsa.co.id – Upaya menekan angka penyakit jantung di Indonesia kembali digelorakan melalui peluncuran aplikasi inovatif karya anak daerah. Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia (29 September) sekaligus Hari Apoteker Sedunia (25 September), Yayasan Jantung Cabang NTB bersama sejumlah institusi menggelar kegiatan kesehatan di Teras Udayana, Mataram, Minggu (28/9/2025).
Acara tersebut menghadirkan senam jantung sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian vitamin, hingga soft launching aplikasi KALDU PKV (Kalkulator dan Edukasi Penyakit Kardiovaskular). Aplikasi ini dikembangkan tim peneliti Poltekkes Kemenkes Mataram bekerja sama dengan Universitas Mataram, dengan melibatkan para ahli kesehatan dan programmer lokal.
dr. Yusra Pintaningrum, Sp.JP., FIHA, FAPSC, salah satu anggota tim sekaligus dokter spesialis jantung, menjelaskan latar belakang lahirnya aplikasi ini. Menurutnya, tren penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia, termasuk di NTB, terus meningkat. Kondisi ini menuntut adanya edukasi dan inovasi yang bisa menjangkau masyarakat lebih luas.
“Aplikasi KALDU PKV dirancang untuk menjawab tantangan deteksi dini penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Berbasis algoritma WHO CVD Risk Chart, aplikasi ini dapat menghitung risiko penyakit jantung dengan cepat, akurat, dan bisa digunakan tanpa koneksi internet,” ujar dr. Yusra.
Tidak hanya sebagai alat bantu diagnosis, KALDU PKV juga dilengkapi fitur penyimpanan data pasien. Hal ini memudahkan petugas kesehatan di Puskesmas untuk merekap hasil pemeriksaan dan menyusun laporan secara digital. Dengan tampilan sederhana dan bahasa yang mudah dipahami, aplikasi ini dapat digunakan oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat umum.
“KALDU PKV kita kembangkan dengan konsep user friendly. Harapannya, siapapun bisa menggunakannya, bahkan tanpa latar belakang medis sekalipun,” tambahnya.
Selain dr. Yusra, pengembangan aplikasi ini melibatkan akademisi Poltekkes Kemenkes Mataram seperti Lale Budi Kusuma Dewi, Ari Khusuma, dan Agrijanti. Dari Universitas Mataram turut serta Dr. Wahyu Sulistya Affarah,MPH. Aplikasi ini dikembangkan secara teknis oleh Lalu Habib Sasiwimba, seorang programmer muda NTB.
Kepala Dinas Kesehatan NTB bersama Direktur Poltekkes Kemenkes Mataram meresmikan soft launching aplikasi tersebut, disaksikan perwakilan BPOM, Yayasan Jantung Indonesia cabang NTB, Rotary Club, serta Ikatan Apoteker Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr.dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.,MARS yang turut hadir menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung sektor kesehatan. Ia menilai aplikasi KALDU PKV sejalan dengan visi pemerintah dalam menekan angka penyakit tidak menular, sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Dengan hadirnya aplikasi ini, NTB bertekad memberi kontribusi nyata bagi Indonesia dalam menurunkan risiko penyakit jantung.
“Kami berharap KALDU PKV dapat menjadi solusi praktis, tidak hanya di NTB, tetapi juga nasional, dalam upaya menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular,” pungkas dr. Yusra.
Lainnya:
- Bedah Rumah Insan Pendidikan Jatim Tembus 135 Unit, Khofifah Turun Langsung
- Bupati Kendal Tekankan Disiplin Jadi Kunci Profesionalisme ASN
- Khofifah Tinjau Bedah Rumah Petugas Sekolah, 135 Warga Pendidikan Terbantu
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin








