Aturan Baru Gubernur Khofifah soal Gadget di Sekolah Jatim Resmi Jalan, Orang Tua Diminta Awasi

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memberlakukan kebijakan penggunaan gadget di lingkungan sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB mulai Senin (13/04/2026). Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan proses pembelajaran berjalan lebih tertib, aman, serta mendukung penguatan karakter siswa.

Penerapan kebijakan tersebut berlaku di seluruh wilayah Jawa Timur, dengan pengawasan langsung dari Dinas Pendidikan. Penggunaan gadget kini dibatasi hanya untuk kepentingan pembelajaran yang terencana dan di bawah kendali guru.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya dampak negatif penggunaan gadget yang tidak terkontrol di kalangan pelajar.

Menurutnya, penggunaan gadget tanpa pengawasan berpotensi memicu berbagai persoalan, mulai dari paparan konten tidak layak, perundungan daring (cyberbullying), hingga ketergantungan digital yang berdampak pada penurunan kemampuan berpikir kritis.

Kebijakan ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama empat kementerian terkait pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan. Selain itu, aturan ini merujuk pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 tentang perlindungan anak dalam sistem elektronik.

Dalam penerapannya, siswa tetap diperbolehkan membawa handphone ke sekolah. Namun, penggunaannya dibatasi hanya untuk kebutuhan komunikasi dengan orang tua serta mendukung kegiatan belajar yang telah dirancang guru.

Selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung, gadget hanya boleh digunakan untuk mengakses materi pembelajaran, mengikuti asesmen daring, atau mengumpulkan tugas secara digital. Penggunaan di luar kepentingan tersebut tidak diperkenankan.

Untuk memastikan aturan berjalan efektif, sejumlah sekolah telah menerapkan mekanisme pengumpulan gadget. Siswa diminta menaruh perangkat mereka di kotak khusus selama pembelajaran berlangsung.

Uji coba kebijakan ini sebelumnya telah dilakukan pada awal April 2026 di berbagai sekolah di Jawa Timur. Salah satu lokasi uji coba dilakukan di SMA Negeri 1 Turen, Kabupaten Malang, dengan pengawasan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Selain itu, beberapa sekolah di Sidoarjo seperti SMA Negeri 1 Porong dan SMK Negeri 2 Buduran juga turut melakukan sosialisasi melalui media kreatif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap aturan baru tersebut.
“Pemanfaatan gadget perlu diatur untuk menjamin proses pembelajaran berjalan aman, sehat, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik,” ujar Gubernur Khofifah di Surabaya, Selasa (14/04/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa kebijakan ini telah melalui tahap uji coba dan evaluasi sebelum resmi diterapkan.

“Kami sudah uji coba di pekan pertama bulan ini. Mulai 13 April 2026 kebijakan tersebut diterapkan secara menyeluruh,” jelasnya.

Pembatasan penggunaan gadget ini diharapkan mampu meningkatkan fokus siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Selain itu, kebijakan ini juga mendorong interaksi sosial langsung antar siswa yang selama ini dinilai menurun akibat penggunaan gadget berlebihan.

Pemerintah juga menilai langkah ini penting untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan non-digital, termasuk mendorong siswa lebih aktif dalam kegiatan fisik dan komunikasi sehat.

Di sisi lain, keterlibatan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan kebijakan ini. Pengawasan penggunaan gadget di luar sekolah diharapkan sejalan dengan aturan yang diterapkan di lingkungan pendidikan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi berkala terhadap kebijakan ini. “Kami berharap dukungan orang tua dan sekolah agar kebijakan ini benar-benar berdampak positif bagi perkembangan siswa,” pungkas Aries Agung Paewai.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hotel Bintang 4 Baru Muncul di Mataram, Investor Mulai Serius Lirik NTB
Iqbal Blak-blakan Soal Gaji Guru di NTB, Janji Perbaiki Nasib PPPK Paruh Waktu
Desa di Pasuruan Ini Tinggalkan Buku Tulis, Pelayanan Warga Kini Serba Digital
Duka di Sidoarjo Berbuah Perhatian Negara, Santunan Besar Diserahkan Subandi
Saat Daerah Lain Krisis Pangan, Khofifah Justru Siapkan Ekspor Beras dari Jatim
Jatim Targetkan Produksi Padi Naik 5 Persen, Khofifah Fokus Cegah Gagal Panen
Pelayanan Publik Dipertaruhkan, Personel Polsek Tikung Jalani Tes Kesehatan
UMKM Banyuwangi Dapat HKI Murah, Produk Makin Aman

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:35 WIB

Hotel Bintang 4 Baru Muncul di Mataram, Investor Mulai Serius Lirik NTB

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:29 WIB

Iqbal Blak-blakan Soal Gaji Guru di NTB, Janji Perbaiki Nasib PPPK Paruh Waktu

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:14 WIB

Desa di Pasuruan Ini Tinggalkan Buku Tulis, Pelayanan Warga Kini Serba Digital

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:20 WIB

Saat Daerah Lain Krisis Pangan, Khofifah Justru Siapkan Ekspor Beras dari Jatim

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:13 WIB

Jatim Targetkan Produksi Padi Naik 5 Persen, Khofifah Fokus Cegah Gagal Panen

Berita Terbaru