3 Tahun Kabur ke Balikpapan, Pelaku Cabul Anak di Lamongan Akhirnya Tertangkap

Jumat, 8 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Unit PPA Satreskrim Polres Lamongan menangkap pelaku persetubuhan dan pencabulan anak di Kecamatan Sugio, Jumat (8/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Unit PPA Satreskrim Polres Lamongan menangkap pelaku persetubuhan dan pencabulan anak di Kecamatan Sugio, Jumat (8/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Pelarian panjang pelaku pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Lamongan akhirnya berakhir. Setelah tiga tahun masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), pria berinisial HG (32), warga Kecamatan Sugio, ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Lamongan tanpa perlawanan saat pulang ke rumah orang tuanya.

Kasus ini kembali menjadi sorotan publik karena korban masih berstatus pelajar saat peristiwa terjadi. Bahkan, korban yang saat itu berusia 16 tahun diketahui sempat hamil akibat perbuatan pelaku.

Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapat informasi bahwa HG kembali dari pelariannya di Balikpapan, Kalimantan Timur. Polisi yang telah lama memburu pelaku langsung bergerak menuju rumahnya di Kecamatan Sugio.

Kasat Reskrim Polres Lamongan Rizky Akbar Kurniadi melalui Kasihumas Polres Lamongan M. Hamzaid membenarkan penangkapan tersebut.

“Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan saat berada di rumah orang tuanya setelah sebelumnya melarikan diri ke Balikpapan kurang lebih tiga tahun,” ujar IPDA Hamzaid, Jumat (8/5/2026).

Kasus ini bermula dari laporan seorang ibu berinisial S (51), warga Sugio, yang mengetahui anaknya dalam kondisi hamil pada April 2023. Setelah didesak keluarga, korban akhirnya mengaku telah beberapa kali disetubuhi pelaku.

Korban juga mengaku mendapat ancaman serius dari pelaku agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun. HG disebut mengancam akan menyebarkan video hubungan badan mereka jika korban berani membuka kasus itu.

Ancaman tersebut membuat korban memilih diam dalam waktu lama. Kondisi ini dinilai menjadi gambaran masih tingginya tekanan psikologis yang dialami korban kekerasan seksual, terutama anak di bawah umur.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa aksi persetubuhan dan pencabulan dilakukan berulang kali sejak Agustus 2022 hingga Maret 2023. Lokasinya berada di rumah pelaku maupun di area belakang rumah korban.

“Pelaku mengakui seluruh perbuatannya, termasuk telah melakukan persetubuhan berkali-kali hingga korban hamil dan melahirkan,” lanjut IPDA Hamzaid.

Polisi mengungkap, HG telah masuk DPO sejak 28 Desember 2023. Selama pelarian, pelaku berpindah ke Balikpapan untuk menghindari proses hukum.

Keberhasilan penangkapan ini dinilai penting sebagai bentuk perlindungan terhadap anak sekaligus pesan bahwa pelaku kekerasan seksual tidak akan mudah lolos dari jerat hukum meski berusaha kabur bertahun-tahun.

Saat ini pelaku telah ditahan di Polres Lamongan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya unsur kekerasan dan tekanan psikologis lain terhadap korban.

Atas perbuatannya, HG dijerat Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Anak serta Pasal 473 ayat (2) huruf b dan Pasal 415 huruf b KUHP tentang persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak.

Polisi mengimbau masyarakat segera melapor jika mengetahui adanya kekerasan seksual terhadap anak maupun perempuan di lingkungan sekitar.

“Selama apa pun pelarian seorang pelaku, tidak akan menyurutkan semangat petugas untuk melakukan pencarian dan penangkapan demi memberikan rasa keadilan kepada korban,” pungkas IPDA Hamzaid,

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru