BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto meresmikan gedung sarana dan prasarana SMA Negeri 2 Taruna Bhayangkara Jawa Timur di Banyuwangi, Sabtu (28/2/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari strategi penguatan pendidikan karakter, kepemimpinan, sekaligus pemerataan mutu pendidikan menengah di wilayah tapal kuda Jawa Timur.
Momentum tersebut tidak hanya menandai pengoperasian fasilitas baru sekolah berbasis ketarunaan, tetapi juga diikuti peresmian rehabilitasi dan revitalisasi 41 lembaga pendidikan SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo.
Langkah ini dinilai memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Jawa Timur, khususnya dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam agenda peresmian, Khofifah bersama Kapolda Jatim meninjau sejumlah fasilitas baru SMAN 2 Taruna Bhayangkara, antara lain Aula Cakrabuana, Pura Widya Brahmacarya, Gereja Smadatara, Bratasena Gym, ruang barbershop, serta fasilitas olahraga tenis meja.
Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung pembinaan akademik sekaligus penguatan mental, spiritual, kedisiplinan, dan kepemimpinan siswa taruna.
Menurut Khofifah, SMAN 2 Taruna Bhayangkara memiliki posisi penting sebagai institusi pendidikan yang menyiapkan calon pemimpin masa depan dengan integritas dan semangat pengabdian.
“Siswa taruna harus siap menjadi juru bicara keindonesiaan dan kenusantaraan di mana pun mereka bertugas nantinya. Mereka harus bangga membawa nilai-nilai Indonesia hingga tingkat internasional,” ujar Khofifah.
Ia menegaskan bahwa pendidikan ketarunaan bukan sekadar membangun kecerdasan akademik, melainkan membentuk karakter kepemimpinan yang kuat sejak usia sekolah.
Khofifah menilai pembangunan sarana pendidikan saat ini merupakan investasi jangka panjang dalam siklus kepemimpinan nasional. Para siswa yang tengah menempuh pendidikan hari ini diproyeksikan menjadi pengisi posisi strategis bangsa pada masa mendatang.
Menurutnya, dinamika global menunjukkan adanya sirkulasi elite kepemimpinan di berbagai negara, sehingga Indonesia harus menyiapkan generasi penerus sejak dini.
“Hari ini mereka adalah pelajar. Saat Indonesia memasuki Generasi Emas 2045, merekalah pemimpin emas yang akan mengisi etalase kepemimpinan bangsa,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan peran sekolah sebagai pusat pembentukan karakter, bukan hanya tempat mengejar capaian akademik. Karena itu, guru dan tenaga kependidikan diminta menjaga keseimbangan antara prestasi belajar dan pembentukan moral peserta didik.
“Sekolah adalah ruang pembentukan karakter. Prestasi akademik penting, tetapi integritas dan nilai kebangsaan jauh lebih menentukan masa depan bangsa,” katanya.
Selain peresmian SMAN 2 Taruna Bhayangkara, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi puluhan sekolah guna meningkatkan standar keamanan dan kualitas pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, total terdapat 28 lembaga pendidikan di Banyuwangi yang direvitalisasi dengan anggaran sekitar Rp30 miliar, terdiri atas 11 SMA, 9 SMK, dan 8 SLB.
Sementara di Kabupaten Situbondo, revitalisasi dilakukan pada 9 lembaga pendidikan dengan total anggaran Rp6 miliar, meliputi 5 SMA, 3 SMK, dan 1 SLB.
Menurut Aries, pembangunan tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerataan mutu pendidikan sekaligus peningkatan keselamatan bangunan sekolah sesuai standar nasional.
“Penguatan sarana prasarana ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung pemerataan akses pendidikan menengah dan pendidikan khusus di Jawa Timur,” ujarnya.
Ia menambahkan, SMAN 2 Taruna Bhayangkara sendiri merupakan sekolah boarding yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan pembinaan kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta nilai kebhayangkaraan melalui kolaborasi dengan institusi kepolisian.
Dalam kesempatan yang sama, Pemprov Jatim juga memperkuat program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di Banyuwangi yang melibatkan 104 sekolah lintas jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta.
Program tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan adaptif dan berkelanjutan, sekaligus menanamkan kemandirian siswa melalui sektor produktif berbasis ketahanan pangan.
Khofifah berharap seluruh fasilitas pendidikan yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan dijaga bersama sebagai amanah pembangunan SDM daerah.
“Fasilitas bisa terus diperbarui, tetapi karakter dan semangat belajar harus tumbuh dari dalam diri siswa. Ini adalah investasi masa depan Jawa Timur,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar