Banyuwangi Panen Raya Jagung, Khofifah dan Kapolda Jatim Turun Langsung Perkuat Kedaulatan Pangan

Minggu, 1 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah bersama Kapolda Jatim dan HKTI saat panen jagung di Banyuwangi, Sabtu (28/2). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Khofifah bersama Kapolda Jatim dan HKTI saat panen jagung di Banyuwangi, Sabtu (28/2). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin panen jagung seluas 50 hektare di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (28/2). Kegiatan ini melibatkan Kapolda Jatim Nanang Avianto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Ketua Kwarda Pramuka Jatim serta Ketua HKTI Jatim H.M. Arum Sabil. Panen raya tersebut menjadi penanda penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga kedaulatan pangan Jawa Timur.

Panen dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian Taruna Bumi, Green Farm, Banyuwangi. Dari total lahan 50 hektare, sekitar 10 hektare telah memasuki masa panen dengan estimasi produktivitas 8–10 ton per hektare. Jagung yang dipanen merupakan varietas hibrida jenis Jenderal dengan sistem panen glondong, ditanam pada 9 November 2025 dan dipanen setelah memasuki usia optimal.

Khofifah menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda simbolik. Menurutnya, kolaborasi antara Polda Jatim, Kwartir Daerah Pramuka Jatim, HKTI Jatim, dan pemerintah daerah menunjukkan bahwa ketahanan pangan memerlukan orkestrasi lintas institusi.

“Atas nama Pemprov Jawa Timur, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas sinergi produktif yang dibangun. Ini bukti nyata bahwa kolaborasi mampu meningkatkan produksi sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat,” ujar Khofifah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, Jawa Timur tercatat sebagai produsen jagung terbesar nasional dengan total produksi mencapai 4,59 juta ton atau 28,39 persen dari total produksi nasional. Luas panen jagung di Jatim mencapai 758.469 hektare, tertinggi di Indonesia. Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu lumbung pangan utama nasional.

Meski demikian, Khofifah mengingatkan bahwa angka produksi tinggi tidak boleh membuat lengah. Tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, hingga dinamika perdagangan global menuntut penguatan strategi pertanian yang adaptif dan berkelanjutan.

“Keberlanjutan harus dijaga melalui regenerasi petani, peningkatan kualitas SDM, dan modernisasi pertanian. Tanpa itu, produktivitas sulit dipertahankan,” tegasnya.

Kapolda Jatim Nanang Avianto menyatakan dukungan institusinya dalam menjaga stabilitas dan keamanan sektor pertanian. Menurutnya, keamanan distribusi pupuk, perlindungan lahan produktif, hingga pengawalan hasil panen menjadi bagian dari kontribusi Polri terhadap ketahanan pangan.

Sementara itu, keterlibatan Gerakan Pramuka dipandang sebagai strategi jangka panjang dalam mendorong regenerasi petani. Sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jatim, Khofifah menilai keterlibatan anggota Pramuka dari proses pengolahan lahan hingga panen memberi pembelajaran kontekstual tentang manajemen, tanggung jawab, dan kerja tim.

“Ini investasi karakter sekaligus investasi pangan. Generasi muda harus melihat pertanian sebagai sektor strategis dan menjanjikan,” katanya.

Ketua HKTI Jatim H.M. Arum Sabil menambahkan, penggunaan benih unggul dan penerapan praktik budidaya terstandar menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas. Ia menekankan pentingnya pendampingan teknis berkelanjutan agar petani mampu mengoptimalkan hasil panen sekaligus menjaga kualitas produksi.

Khofifah juga menyoroti urgensi transformasi pertanian berbasis teknologi. Pemanfaatan mekanisasi pertanian, sistem irigasi efisien, serta digitalisasi pemasaran dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing komoditas jagung Jawa Timur di pasar nasional maupun global.

“Pertanian masa kini tidak bisa dilepaskan dari inovasi. Generasi muda yang akrab teknologi harus menjadi motor transformasi pertanian modern,” ujarnya.

Kegiatan panen jagung di Banyuwangi ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi di kabupaten/kota lain di Jawa Timur. Dengan sinergi aparat kepolisian, organisasi kepemudaan, organisasi petani, dan pemerintah daerah, penguatan kedaulatan pangan diyakini bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata berbasis produksi.

“Ketika seluruh elemen bergerak dalam satu visi, ketahanan dan kedaulatan pangan akan semakin kokoh. Jawa Timur harus terus menjadi pilar pangan nasional,” pungkas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Berita Terbaru