Banyuwangi Naik Kelas di Penilaian Kota Sehat

Minggu, 30 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menerima penghargaan kota sehat dari Kemenkes. (Foto Dok HO/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menerima penghargaan kota sehat dari Kemenkes. (Foto Dok HO/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Upaya panjang Banyuwangi memperkuat layanan sanitasi dan kesehatan lingkungan kembali membuahkan hasil. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu ditetapkan sebagai salah satu kota sehat oleh Kementerian Kesehatan pada Jumat (28/11/2025) di Jakarta. Banyuwangi meraih posisi terbaik kedua pada program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) kategori Madya, sekaligus membawa pulang penghargaan kabupaten sehat Swasti Saba Padapa.

Penghargaan tersebut menjadi indikator penting bahwa kebijakan kesehatan daerah mulai memberi dampak nyata pada kualitas hidup masyarakat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa keberhasilan daerah seperti Banyuwangi menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada pusat, melainkan kolaborasi lintas pemerintah daerah.

“Ini momentum bagi kepala daerah untuk memperkuat pola hidup sehat masyarakat. Kesehatan 280 juta penduduk Indonesia tidak bisa dijaga oleh Kemenkes saja,” ujar Budi.

Ia menambahkan, rata-rata usia hidup sehat Indonesia saat ini berada di angka 60 tahun. Pemerintah menargetkan usia tersebut naik menjadi 65 tahun pada 2029, diikuti peningkatan angka harapan hidup dari 72 menjadi 75 tahun. Menurutnya, tujuan tersebut hanya dapat dicapai lewat penguatan edukasi promotif serta pencegahan penyakit secara berkelanjutan.

Swasti Saba sendiri merupakan parameter nasional untuk menilai kelayakan sebuah daerah sebagai kota sehat. Penilaian mencakup sembilan tatanan, mulai dari kemandirian masyarakat dalam perilaku hidup sehat, standar permukiman, lingkungan kerja, pasar rakyat, pariwisata, hingga kesiapsiagaan bencana.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut penghargaan ini menjadi dorongan bagi seluruh perangkat daerah agar menjaga standar kesehatan publik. “Sembilan tatanan tersebut kami jalankan secara terintegrasi dengan berbagai OPD dan mitra lain. Targetnya sederhana: membuat Banyuwangi tetap nyaman dan aman bagi warganya,” ujarnya.

Ipuk menilai capaian STBM juga menandai meningkatnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan dan sanitasi. Program STBM meliputi lima pilar utama, mulai dari stop buang air besar sembarangan hingga pengelolaan limbah rumah tangga.

“Penghargaan ini fluktuatif, bisa naik turun setiap tahun. Karena itu seluruh pihak harus menjaga konsistensi. Mulai dari pola makan, istirahat cukup, hingga menjaga lingkungan. Itu modal utama untuk kota sehat,” tambahnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Pasar Tanjung Jember Dimulai Usai Lebaran
Pesan Almursyid di Pengajian Jamu Taqwa NTB, Pentingnya Menjaga Washilah kepada Guru
Pesan Bupati Pasuruan untuk 900 Mahasiswa Yudharta: Kurangi Scrolling, Perbanyak Baca Buku
Target PAD Lamongan Rp1 Triliun, Yuhronur : Bukan untuk Tambah Beban Masyarakat
Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian
Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:00

Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Pasar Tanjung Jember Dimulai Usai Lebaran

Kamis, 17 September 2026 - 19:30

Pesan Almursyid di Pengajian Jamu Taqwa NTB, Pentingnya Menjaga Washilah kepada Guru

Kamis, 17 September 2026 - 14:27

Target PAD Lamongan Rp1 Triliun, Yuhronur : Bukan untuk Tambah Beban Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 - 11:42

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Berita Terbaru