Festival Pantai Banyuwangi Suguhkan Sensasi Tropis Berkelas

Minggu, 30 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana konser Seamphony Banyuwangi di Pantai Villa Solong yang menghadirkan panggung musik berlatar pantai tropis. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Suasana konser Seamphony Banyuwangi di Pantai Villa Solong yang menghadirkan panggung musik berlatar pantai tropis. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id — Upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menguatkan citra sebagai destinasi wisata kreatif kembali terlihat lewat penyelenggaraan Seamphony Banyuwangi 2025. Konser musik berkonsep tropis yang digelar di Pantai Villa Solong, Jumat (29/11/2025), menghadirkan pengalaman tersendiri bagi penonton yang datang dari berbagai kota. Dengan latar hamparan rumput hijau, deretan pohon kelapa, serta angin laut yang lembut, suasana konser menjelma menjadi pengalaman imersif yang jarang ditemui dalam gelaran musik di daerah lain.

Sejak sore, area pantai mulai dipadati penonton yang datang bersama keluarga maupun rombongan wisata. Mereka duduk lesehan menikmati alunan musik sambil memandang garis pantai yang tampak tenang. Gelaran ini merupakan salah satu rangkaian Banyuwangi Festival, agenda tahunan yang selalu menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa Seamphony sengaja dikemas untuk menunjukkan wajah baru pariwisata Banyuwangi yang lebih segar dan kompetitif. “Festival musik tepi pantai ini menjadi cara kami mengangkat daya tarik alam Banyuwangi. Tahun ini kami hadirkan Seamphony untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah dengan pendekatan hiburan yang relevan bagi wisatawan,” ujar Ipuk.

Ia menambahkan, konsep konser yang menyatu dengan lingkungan alami memungkinkan wisatawan merasakan atmosfer pantai secara langsung. “Pengunjung bisa menikmati musik sambil merasakan semilir angin laut dan suasana tropis yang tenang. Ini pengalaman yang tidak bisa dihadirkan oleh venue konser biasa,” katanya.

Pengalaman tersebut lengkap dengan sajian kuliner khas Banyuwangi yang banyak dijajakan di area festival. Beberapa wisatawan tampak menikmati kopi lokal, jajanan tradisional, hingga pisang goreng pasir yang menjadi kuliner populer di pesisir. Ipuk menyebutkan bahwa langkah ini bertujuan agar sektor UMKM ikut merasakan dampak ekonomi dari penyelenggaraan festival.

Selain menampilkan musisi nasional, event ini juga menjadi sarana promosi paket wisata 3B (Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara) yang terus digencarkan pemerintah daerah. Sejumlah kesenian Bali turut dihadirkan untuk menunjukkan integrasi destinasi lintas wilayah. “Kami berharap Seamphony menjadi titik temu kolaborasi pariwisata Banyuwangi–Bali. Semoga langkah ini mendorong arus wisatawan ke dua wilayah,” kata Ipuk.

Suasana makin hidup ketika musisi muda Meiska Adinda tampil membawakan lagu-lagu populer yang viral di berbagai platform digital. Dengan warna vokal yang khas, ia sukses menggiring penonton bernyanyi bersama. Lagu-lagu seperti “Berarasanya”, “Buang Waktu”, “Keras Kepala”, hingga “Hilang Tanpa Bilang” menjadi puncak antusiasme.

Meiska mengaku terkesan dengan lokasi konser yang dinilainya menenangkan. “Tempat ini benar-benar nyaman, adem, dan vibes-nya bagus banget. Serasa kayak tampil di Bali, padahal ini Banyuwangi. Banyak spot foto yang keren juga,” ujar penyanyi asal Bali itu.

Donnie Sibarani kemudian mengambil alih panggung dan membangkitkan nostalgia penonton dengan deretan lagu yang populer saat ia masih bersama Ada Band. “Karena Wanita Ingin Dimengerti”, “Surga Cinta”, hingga “Manusia Bodoh” dinyanyikan kompak oleh ribuan penonton. Donnie menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat. “Terima kasih Banyuwangi, semoga kami bisa kembali lagi,” ucapnya.

Acara turut dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, jajaran Forkopimda, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Jembrana. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan kuatnya dukungan terhadap pengembangan pariwisata kreatif di daerah ujung timur Jawa ini.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru