LUMAJANG, RadarBangsa.co.id — Penanganan bencana erupsi Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru kembali memperlihatkan kuatnya solidaritas antardaerah. Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengirimkan tim kemanusiaan untuk membantu para pengungsi di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jumat (28/11/2025).
Sejak pagi, tim gabungan terdiri dari tiga personel BPBD Bangkalan dan sembilan relawan telah bergerak di titik pengungsian SMPN 2 Dusun Kali Lengkong, Desa Sumber Urip. Salah satu prioritas mereka adalah membantu mobilisasi anak-anak menuju sekolah darurat di Dusun Sumber Urip, Desa Supiturang, yang berjarak sekitar delapan kilometer. Layanan antar-jemput ini dibuka sejak pukul 07.00 WIB.
“Anak-anak tetap ingin belajar meskipun berada di situasi sulit. Kami berusaha memastikan mereka tetap bisa bersekolah dengan aman,” ujar seorang petugas BPBD Bangkalan di lokasi. Ia menambahkan, motivasi belajar para siswa menjadi dorongan utama bagi petugas untuk menjaga kelangsungan pendidikan dasar di tengah masa darurat.
Di sisi lain, kebutuhan logistik para pengungsi juga menjadi perhatian. Pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, tim BPBD Bangkalan menyalurkan berbagai bantuan untuk warga yang mengungsi di Dusun Sumber Sari, Desa Supiturang. Bantuan tersebut meliputi 50 terpal, 40 selimut, 7 matras, 172 pack masker, 60 set mainan anak, 69 bola, dan 60 pompa bola. Paket bantuan ini sengaja disusun untuk memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal sementara sekaligus dukungan psikososial anak-anak.
Menurut seorang relawan yang ikut bergerak, kondisi lapangan cukup menantang. Jalan sempit, tanjakan dan turunan curam, hingga hujan yang hampir terjadi setiap hari membuat distribusi bantuan memerlukan kewaspadaan tinggi. “Medannya berat, tetapi semangat kemanusiaan selalu lebih besar. Yang penting, semua bantuan sampai langsung ke tangan pengungsi,” ujarnya.
Kepala BPBD Bangkalan, Zainul Qomar, memberikan apresiasi kepada tim yang bertugas dan menegaskan bahwa kehadiran mereka di Lumajang adalah wujud nyata solidaritas. “Saudara-saudara kita di Lumajang sedang menghadapi ujian besar. Sudah sewajarnya kita hadir membantu, bukan hanya dari jauh, tetapi turun langsung memastikan kebutuhan mereka terpenuhi,” katanya.
Zainul menambahkan bahwa pendidikan anak-anak di lokasi pengungsian menjadi perhatian utama tim. “Kami tidak ingin anak-anak kehilangan hak belajarnya. Kehadiran tim Bangkalan bukan hanya membawa logistik, tapi juga memastikan layanan pendidikan darurat berjalan,” ujarnya.
Ia menyatakan bahwa Pemkab Bangkalan akan terus memantau perkembangan situasi Semeru dan siap memberikan dukungan lanjutan bila kondisi di lapangan mengharuskan. “Terima kasih kepada relawan yang telah meluangkan tenaga dan waktunya. Inilah bentuk gotong royong yang harus terus dijaga,” ujar Zainul.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui BPBD menegaskan komitmennya untuk tetap hadir dalam setiap upaya kemanusiaan, baik di dalam wilayahnya sendiri maupun di daerah lain yang terdampak bencana. “Tugas kemanusiaan tidak mengenal batas administratif. Selama ada masyarakat yang membutuhkan, kami akan berusaha membantu,” tandasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin









