MURI RAWAS, RadarBangsa.co.id – Akses utama warga di Desa Sukamenang, Musi Rawas Utara, lumpuh setelah jembatan penghubung antarwilayah putus diterjang banjir. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, mulai akses sekolah, distribusi kebutuhan pokok, hingga roda ekonomi masyarakat terancam tersendat.
Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, turun langsung meninjau lokasi, Jumat (8/5/2026). Kunjungan itu menjadi respons atas desakan warga yang selama beberapa hari kesulitan melintas akibat terputusnya jalur vital tersebut.
“Kami memastikan pembangunan jembatan permanen akan segera direalisasikan agar aktivitas masyarakat kembali normal,” kata Cik Ujang.
Menurutnya, kerusakan infrastruktur pascabanjir tidak bisa dibiarkan berlarut karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat, terutama warga desa yang bergantung pada akses tersebut untuk bekerja dan bersekolah.
“Selain melihat jembatan putus, kami juga prihatin terhadap warga terdampak banjir. Pemerintah harus bergerak cepat,” tegasnya.
Kepala Desa Sukamenang, Alfatah, menyebut jembatan itu menjadi urat nadi bagi sejumlah desa sekitar, termasuk Muara Batang Empuh, Rantau Telang, Terusan, Tanjung Agung, hingga Muara Tiku.
“Akses ini sangat penting. Anak-anak sekolah, petani, dan pedagang semua bergantung pada jalur ini,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan tidak hanya sebatas janji, tetapi segera masuk tahap realisasi agar masyarakat tidak terus terisolasi.
“Warga butuh kepastian, karena ini menyangkut kehidupan sehari-hari,” katanya.
Bencana banjir yang memutus jembatan ini kembali menyorot rapuhnya infrastruktur di wilayah pedalaman. “Pemerintah dituntut bergerak cepat, karena keterlambatan penanganan bukan hanya memperpanjang penderitaan warga, tetapi juga mengancam aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat,” pungkasnya.
Lainnya:
- Pelayanan Publik Asahan Disorot, DPR RI dan Ombudsman Turun Tangan
- Khofifah Resmikan Karantina Terpadu Jatim, Ekspor-Impor Kini Dipercepat
- Gubernur Khofifah Resmikan Karantina Terpadu Jatim, Ekspor-Impor Kini Lebih Cepat
Penulis : Separi
Editor : Zainul Arifin








