SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Pendekatan humanis aparat kepolisian kembali menjadi sorotan di Semarang. Heri Wahyudi turun langsung menyapa warga, termasuk pedagang kecil di kawasan Tlogosari, langkah yang dinilai berdampak pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Salah satu yang merasakan langsung adalah Mas Bandi, pedagang polo pendem di pinggir jalan. Ia mengaku terkejut sekaligus terharu saat disapa langsung oleh Kapolrestabes Semarang tanpa sekat.
“Saya senang sekali bisa bertemu langsung. Orangnya ramah, santai, dan tidak sombong,” ujar Bandi, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, sikap tersebut jarang ditemui, terutama dari pejabat tinggi. Kehadiran polisi yang membaur dinilai memberi rasa dihargai bagi masyarakat kecil.
“Sebagai pedagang kecil, saya merasa diperhatikan. Tidak ada jarak,” katanya.
Heri Wahyudi menegaskan pendekatan langsung ke masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Ia menilai kedekatan emosional dapat memperkuat sinergi antara polisi dan warga.
“Kami ingin hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung, dan membangun kepercayaan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keamanan tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga soal rasa aman yang dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari.
“Kepercayaan masyarakat adalah kunci utama menjaga kamtibmas,” tegasnya.
Pengamat sosial di Semarang menilai pendekatan humanis seperti ini dapat menjadi strategi efektif dalam meredam potensi konflik sosial. Kedekatan aparat dengan warga dinilai mampu membuka ruang komunikasi yang selama ini kerap terhambat.
“Kalau polisi dekat dengan masyarakat, potensi masalah bisa dicegah lebih awal,” ujarnya.
Di tengah tantangan sosial perkotaan, pendekatan seperti ini dinilai bukan sekadar simbolis, tetapi kebutuhan. Kepercayaan publik yang kuat akan mempercepat respons terhadap berbagai persoalan keamanan.
Bagi warga seperti Bandi, kehadiran polisi yang membumi memberi harapan baru. “Sosok aparat yang ramah dan terbuka dinilai menjadi bukti bahwa pelayanan publik bisa berjalan lebih manusiawi,” pungkasnya.
Penulis : Oki
Editor : Zainul Arifin


















Komentar