Kapolrestabes Semarang Gandeng Media, Hoaks dan Kenakalan Remaja Disorot

Sabtu, 9 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolrestabes Semarang bertemu media bahas hoaks dan kenakalan remaja di Kota Semarang, Jumat, 8 Mei 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kapolrestabes Semarang bertemu media bahas hoaks dan kenakalan remaja di Kota Semarang, Jumat, 8 Mei 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SEMARANG, RadarBangsa.co.id – Kolaborasi polisi dan media di Semarang diperkuat di tengah ancaman hoaks dan kenakalan remaja yang kian meresahkan. Polrestabes Semarang menggandeng jurnalis dalam forum diskusi untuk merespons dua persoalan yang berdampak langsung pada keamanan publik.

Kapolrestabes Semarang, Heri Wahyudi, menegaskan arus informasi digital yang tak terkendali membuat masyarakat rentan terpapar kabar bohong. Dampaknya tidak hanya memicu kepanikan, tetapi juga berpotensi memecah belah.

“Media adalah mitra strategis kepolisian. Kami berharap media ikut menyampaikan informasi yang benar dan menenangkan masyarakat,” ujar Heri, Jumat (8/5/2026).

Ia menilai peran media tak lagi sekadar menyampaikan berita, tetapi juga menjadi filter utama di tengah derasnya disinformasi. Dalam banyak kasus, hoaks kerap memicu konflik sosial hingga mengganggu stabilitas keamanan.

“Di era digital, hoaks bisa menyebar cepat dan memicu keresahan. Ini harus dilawan bersama,” tegasnya.

Selain hoaks, Heri juga menyoroti meningkatnya kenakalan remaja di Kota Semarang. Fenomena balap liar, tawuran, hingga kelompok remaja jalanan menjadi perhatian serius karena berpotensi berkembang menjadi tindak kriminal.

“Masalah kenakalan remaja tidak bisa ditangani polisi saja. Perlu keterlibatan orang tua, sekolah, dan lingkungan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya pengawasan keluarga, terutama dalam penggunaan media sosial yang kerap menjadi pintu masuk perilaku negatif.

“Orang tua harus aktif mengawasi anak, baik pergaulan maupun aktivitas digital mereka,” ujarnya.

Dari sisi media, perwakilan Grup Media Tegak Lurus, Roger, menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya menjaga ketertiban masyarakat melalui pemberitaan yang akurat.

“Kami siap menyajikan informasi yang benar dan ikut menangkal hoaks melalui karya jurnalistik yang edukatif,” kata Roger.

Sinergi ini dinilai penting karena media memiliki jangkauan luas dalam membentuk opini publik. Informasi yang tepat dapat menjadi alat pencegah konflik sekaligus edukasi bagi masyarakat.

Kolaborasi antara kepolisian dan media diharapkan mampu menjadi benteng awal menghadapi dua ancaman sosial tersebut. Tanpa langkah bersama, hoaks dan kenakalan remaja berpotensi terus berkembang dan mengganggu keamanan warga.

“Bagi masyarakat, peran aktif semua pihak menjadi kunci. Informasi yang sehat dan lingkungan yang terkontrol akan menentukan masa depan generasi muda sekaligus menjaga stabilitas kota,” pungkasnya.

Penulis : Oki/Bandi

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:53

Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan

Senin, 2 November 2026 - 10:26

58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Berita Terbaru