KOTA SEMARANG, RadarBangsa.co.id — Ancaman hoaks, kejahatan digital, hingga penyebaran informasi menyesatkan menjadi perhatian serius di Kota Semarang. Untuk menghadapi situasi itu, Polrestabes Semarang menggandeng Media Radar Bangsa Jawa Tengah-DIY memperkuat sinergi informasi publik sekaligus menyiapkan pembinaan generasi muda berbasis Artificial Intelligence (AI).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kapolrestabes Semarang, Jumat (8/5/2026), menjadi langkah strategis memperkuat komunikasi antara media dan kepolisian di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap memicu keresahan masyarakat.
Kapolrestabes Semarang, Heri Wahyudi menegaskan, media memiliki posisi penting dalam menjaga stabilitas informasi publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
“Media merupakan mitra strategis kami dalam mengedukasi masyarakat mengenai kebijakan, program, dan kinerja kepolisian, terutama dalam mendukung program Presisi yang saat ini terus kami optimalkan,” tegas Heri Wahyudi.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya kriminalitas jalanan, tetapi juga derasnya informasi palsu yang dapat memicu kepanikan publik, memecah belah masyarakat, hingga mengganggu keamanan daerah.
Karena itu, sinergi antara kepolisian dan media dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik berbasis transparansi dan respons cepat.
Dalam pertemuan itu, perwakilan Radar Bangsa Jateng-DIY dipimpin Oki Rinenggo Basuki bersama Wakil Pimpinan Hosea Bandi. Mereka disambut langsung Kapolrestabes Semarang beserta jajaran.
Oki menilai, langkah cepat dan responsif Polrestabes Semarang dalam menangani kasus kriminal memberikan dampak nyata terhadap rasa aman masyarakat di Kota Semarang.
“Kami melihat adanya komitmen kuat dari Polrestabes Semarang dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Hal ini tentunya memberikan rasa nyaman bagi masyarakat Kota Semarang karena angka kriminalitas dapat ditekan,” ujar Oki.
Tak hanya membahas keamanan dan penyebaran informasi publik, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya pembinaan generasi muda di bidang teknologi AI. Isu ini dinilai semakin penting karena perkembangan teknologi digital kini bergerak sangat cepat dan mulai memengaruhi hampir seluruh sektor kehidupan masyarakat.
Kapolrestabes Semarang berharap anak muda yang memiliki kemampuan di bidang AI tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu membantu penanganan tantangan keamanan digital di masa depan.
“Kami berharap generasi muda yang memiliki kemampuan di bidang AI dapat dibina lebih lanjut, sehingga keahlian mereka bisa digunakan untuk mendukung kinerja kepolisian, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital,” tambah Heri Wahyudi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan teknologi AI yang berpotensi digunakan untuk penyebaran hoaks, manipulasi informasi, hingga kejahatan siber yang merugikan masyarakat luas.
Sinergi media dan kepolisian ini diharapkan mampu menciptakan ruang informasi yang sehat, edukatif, sekaligus memberi perlindungan lebih baik bagi masyarakat di tengah era digital yang penuh tantangan.
Di akhir pertemuan, Kapolrestabes Semarang menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan pelayanan publik agar masyarakat tetap merasa aman, nyaman, dan terlindungi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Radar Bangsa Jateng-DIY atas kunjungan dan dukungannya. Semoga sinergi ini terus terjalin demi kemajuan bersama serta terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Kota Semarang,” pungkasnya.
Lainnya:
- Dukcapil Bangkalan Disorot Nasional, Perekaman KTP-el Tembus 100 Persen
- Gubernur Jawa Timur Khofifah Pacu Panen di Madiun, Produksi Padi Jatim Naik 5 Persen
- 3 Tahun Kabur ke Balikpapan, Pelaku Cabul Anak di Lamongan Akhirnya Tertangkap
Penulis : Oki/Bandi
Editor : Zainul Arifin








