TANGERANG, RadarBangsa.co.id – Universitas Pelita Harapan (UPH) meluluskan 4.469 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan dalam Wisuda Semester Ganjil 2025/2026 di Karawaci, Tangerang, 7–8 Mei 2026. Ribuan lulusan ini diharapkan langsung berkontribusi menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pelayanan publik, hingga pembangunan sumber daya manusia.
Wisuda digelar di Auditorium Grand Chapel Kampus UPH Lippo Village dengan melibatkan lulusan program Doktor, Magister, Sarjana, hingga Diploma. Momentum ini menjadi titik krusial, di tengah kebutuhan tenaga kerja adaptif yang mampu menghadapi tekanan ekonomi dan perubahan sosial.
Rektor UPH menegaskan, lulusan tidak hanya dituntut kompeten secara akademik, tetapi juga mampu memberi dampak nyata di tengah masyarakat. “Kami menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Sorotan utama juga tertuju pada penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada Wallace Wiley (Wally). Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam memajukan pendidikan di wilayah pedalaman Papua. “Pendidikan adalah jembatan perubahan. Apa yang kami lakukan di Papua adalah bagian dari upaya menghadirkan keadilan akses pendidikan,” kata Wally.
Keberagaman latar belakang lulusan menjadi cerminan inklusivitas pendidikan. Salah satu wisudawan yang menarik perhatian adalah figur publik Mawar Eva de Jongh yang menyelesaikan studi melalui Program Pendidikan Jarak Jauh Ilmu Komunikasi. “Pendidikan tetap menjadi prioritas, meski di tengah kesibukan profesional,” ungkapnya.
Selain itu, kolaborasi pendidikan antara UPH dan Kepolisian Republik Indonesia juga menghasilkan lulusan dari kalangan anggota Polri. Hal ini dinilai penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis kompetensi akademik. “Pendidikan menjadi fondasi penting dalam memperkuat profesionalisme aparat,” ujar perwakilan Polri.
Di sisi lain, lulusan program kelas karyawan juga menunjukkan akses pendidikan yang semakin terbuka. Evy Harjono, lulusan hukum, menilai kesempatan ini memberi ruang bagi masyarakat luas untuk meningkatkan kapasitas diri. “Kesempatan belajar harus bisa diakses siapa saja, tanpa batas usia dan profesi,” katanya.
Wisuda ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi penanda kesiapan lulusan menghadapi tantangan nyata di masyarakat. “Dengan kompetensi dan integritas, para lulusan diharapkan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan publik, mulai dari ekonomi hingga pelayanan dasar.” pungkasnya.
Lainnya:
- Siswa SMP Al Muslim Waru Turun ke Desa, Gerakkan UMKM hingga Edukasi Kesehatan Warga
- Anak TK Diajak Masuk Mapolresta Sidoarjo, Polisi Ubah Ketakutan Jadi Keceriaan dan Disiplin
- Pemkab Jember Bongkar Praktik ‘Sekolah Favorit’, SPMB 2026 Dijaga Ketat Tanpa Titipan
Editor : Zainul Arifin








