Gubernur Jawa Timur Khofifah Pacu Panen di Madiun, Produksi Padi Jatim Naik 5 Persen

Sabtu, 9 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah memimpin gerakan panen dan percepatan tanam di Madiun, Jumat, 8 Mei 2026.  (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Khofifah memimpin gerakan panen dan percepatan tanam di Madiun, Jumat, 8 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MADIUN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat (8/5). Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar menjaga pasokan beras nasional di tengah ancaman perubahan iklim, gejolak harga pangan, dan ketidakpastian global.

Aksi percepatan tanam ini bukan sekadar agenda panen raya. Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang mengejar momentum agar siklus tanam berjalan lebih cepat, stok beras aman, dan harga di tingkat masyarakat tetap stabil.

Khofifah menegaskan, Jawa Timur tidak hanya fokus memenuhi kebutuhan pangan daerah, tetapi juga menopang kebutuhan nasional.

“Bukan sekadar bagaimana kita memaksimalkan produksi padi dan beras di Jawa Timur, tetapi bagaimana kita menjadi bagian dari upaya membawa Indonesia menuju kedaulatan pangan yang berkelanjutan,” kata Khofifah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Jawa Timur masih menjadi tulang punggung produksi padi nasional. Pada 2025, luas panen tercatat mencapai 1,84 juta hektare dengan produksi 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 12,60 persen dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 9,77 juta ton.

Sementara untuk semester pertama 2026, potensi produksi padi Jawa Timur diprediksi mencapai 6,62 juta ton GKG atau meningkat sekitar 5,28 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan ini menjadi sinyal penting bagi stabilitas pangan nasional. Sebab, surplus produksi di Jawa Timur berdampak langsung pada ketersediaan beras di pasar dan menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Ini artinya produktivitas pertanian Jawa Timur tetap tumbuh positif dan resilien di tengah tantangan global serta perubahan iklim,” ujar Khofifah.

Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan pokok, tetapi berkaitan erat dengan stabilitas nasional.

“Kalau pangan aman, masyarakat tenang. Kalau masyarakat tenang, stabilitas sosial dan ekonomi juga lebih kuat,” tegasnya.

Khofifah bahkan membuka peluang ekspor beras ke pasar global jika tren surplus terus terjaga hingga tahun depan. Namun, syarat utama adalah menjaga produktivitas tetap stabil dan mempercepat masa tanam setelah panen.

Untuk mendukung target tersebut, Pemprov Jatim mempercepat modernisasi alat dan mesin pertanian (Alsintan). Teknologi seperti transplanter, rotavator, drone sprayer, hingga combine harvester didorong agar proses produksi lebih efisien.

Khofifah menilai modernisasi ini penting untuk menarik generasi muda masuk ke sektor pertanian.

“Pertanian modern lebih ramah bagi anak muda. Ini penting agar mereka tidak semua meninggalkan desa dan pindah ke kota,” ujarnya.

Selain modernisasi, Pemprov Jatim juga menjalankan lima strategi utama percepatan kedaulatan pangan. Pertama, percepatan tanam menggunakan benih unggul tahan kekeringan. Kedua, optimalisasi penggunaan alsintan.

Ketiga, penyusunan pola tanam adaptif berbasis teknologi dan mitigasi iklim. Keempat, penguatan sistem irigasi melalui pompanisasi dan rehabilitasi jaringan air. Kelima, sistem pelaporan cepat saat terjadi bencana alam atau serangan organisme pengganggu tanaman.

Plh Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Tin Latifah, mengatakan Jawa Timur menjadi salah satu kunci pencapaian target nasional.

“Kementerian menargetkan total tanam nasional mencapai 16 juta hektare dalam setahun. Jawa Timur memberi kontribusi besar terhadap target itu,” ujarnya.

Hingga Mei 2026, Jawa Timur telah mencatat realisasi tanam seluas 238 ribu hektare. Angka ini dinilai strategis untuk menopang target nasional.

Tin mengingatkan bahwa ancaman puso akibat hama dan kekeringan tetap harus diantisipasi.

“Prediksi kenaikan produksi lima persen bisa tercapai, tapi mitigasi harus diperkuat agar lahan yang sudah ditanam tidak gagal panen,” katanya.

Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto memastikan daerahnya siap menjadi bagian penting dalam menjaga surplus beras Jawa Timur.

“Kabupaten Madiun siap menjadi garda terdepan menjaga surplus beras Jawa Timur. Stabilitas petani harus dijaga agar produksi tetap maksimal,” ucap Hari.

Kabupaten Madiun sendiri menjadi salah satu sentra produksi padi utama di Jawa Timur. Pada 2025, luas panen mencapai 82.826 hektare dengan total produksi 480 ribu ton GKG. Produktivitas rata-rata berada di angka 5,80 ton per hektare dan bahkan bisa menyentuh 7 ton per hektare di sejumlah wilayah.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyerahkan bantuan alsintan kepada kelompok tani. Bantuan tersebut terdiri dari tiga unit hand traktor singkal, empat unit cultivator, enam unit combine harvester besar, dan satu unit rotavator.

Bantuan ini dinilai mendesak untuk mempercepat tanam ulang sekaligus mengurangi biaya produksi petani. “Dengan produktivitas yang terus tumbuh, Jawa Timur tidak hanya menjaga dapur rakyat tetap aman, tetapi juga berpeluang menembus pasar ekspor beras global. Kuncinya ada pada percepatan tanam, modernisasi pertanian, dan perlindungan petani sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional,”pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Berita Terbaru