BLITAR, RadarBangsa.co.id – Temuan 16 sapi terindikasi terjangkit parasit cacing jenis helminthiasis di Pasar Hewan Dimoro, Blitar, memicu pengawasan darurat jelang Idul Adha. Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar bergerak cepat untuk memastikan hewan kurban yang masuk ke masyarakat tetap aman dikonsumsi.
Kasus ini terungkap dalam sidak hari kedua yang digelar DKPP pada Rabu (6/5/2026). Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai suhu tubuh, kondisi fisik, hingga usia ternak.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Dewi Masitoh, menegaskan langkah ini penting untuk melindungi masyarakat dari risiko daging tidak layak konsumsi.
“Pengecekan dilakukan sejak awal Mei untuk memastikan hewan kurban yang beredar benar-benar sehat dan aman,” kata Dewi.
Dari hasil sidak, petugas menemukan 16 sapi dengan gejala serius, mulai tubuh kurus, bulu kusam, mata sayu, hingga perut membuncit. Kondisi itu menjadi indikator kuat infeksi helminthiasis yang dapat menurunkan kualitas daging.
“Kami menemukan sekitar 16 sapi yang terindikasi parasit cacing jenis helminthiasis. Ini harus segera ditangani agar tidak berdampak luas,” ujarnya.
Petugas langsung memberikan penanganan awal di lokasi, termasuk perawatan pada bagian tubuh yang mengalami pembengkakan. Langkah cepat ini dinilai krusial agar penyakit tidak menyebar ke ternak lain.
“Untuk hewan yang hendak dikurbankan, dua bulan sebelumnya wajib diberikan obat cacing atau rutin setiap dua bulan sekali,” tegas Dewi.
DKPP juga mengingatkan peternak agar disiplin menjaga kebersihan kandang, kualitas pakan, dan kesehatan ternak secara berkala. “Pengawasan ketat menjadi kunci agar kualitas hewan kurban tetap terjaga dan masyarakat tidak dirugikan saat momentum Idul Adha,” pungkasnya.
Lainnya:
- Khofifah Resmikan Karantina Terpadu Jatim, Ekspor-Impor Kini Dipercepat
- Gubernur Khofifah Resmikan Karantina Terpadu Jatim, Ekspor-Impor Kini Lebih Cepat
- Sertifikasi Halal IKM Blitar Disorot, Pelaku Usaha Didorong Segera Urus
Penulis : Sutikno
Editor : Zainul Arifin








