16 Sapi Terjangkit Cacing di Blitar Disorot, Jelang Idul Adha Warga Diminta Waspada

Sabtu, 9 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas DKPP Kota Blitar memeriksa sapi terindikasi cacing di Pasar Hewan Dimoro jelang Idul Adha, Rabu, 6 Mei 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas DKPP Kota Blitar memeriksa sapi terindikasi cacing di Pasar Hewan Dimoro jelang Idul Adha, Rabu, 6 Mei 2026 (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BLITAR, RadarBangsa.co.id – Temuan 16 sapi terindikasi terjangkit parasit cacing jenis helminthiasis di Pasar Hewan Dimoro, Blitar, memicu pengawasan darurat jelang Idul Adha. Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar bergerak cepat untuk memastikan hewan kurban yang masuk ke masyarakat tetap aman dikonsumsi.

Kasus ini terungkap dalam sidak hari kedua yang digelar DKPP pada Rabu (6/5/2026). Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai suhu tubuh, kondisi fisik, hingga usia ternak.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Dewi Masitoh, menegaskan langkah ini penting untuk melindungi masyarakat dari risiko daging tidak layak konsumsi.

“Pengecekan dilakukan sejak awal Mei untuk memastikan hewan kurban yang beredar benar-benar sehat dan aman,” kata Dewi.

Dari hasil sidak, petugas menemukan 16 sapi dengan gejala serius, mulai tubuh kurus, bulu kusam, mata sayu, hingga perut membuncit. Kondisi itu menjadi indikator kuat infeksi helminthiasis yang dapat menurunkan kualitas daging.

“Kami menemukan sekitar 16 sapi yang terindikasi parasit cacing jenis helminthiasis. Ini harus segera ditangani agar tidak berdampak luas,” ujarnya.

Petugas langsung memberikan penanganan awal di lokasi, termasuk perawatan pada bagian tubuh yang mengalami pembengkakan. Langkah cepat ini dinilai krusial agar penyakit tidak menyebar ke ternak lain.

“Untuk hewan yang hendak dikurbankan, dua bulan sebelumnya wajib diberikan obat cacing atau rutin setiap dua bulan sekali,” tegas Dewi.

DKPP juga mengingatkan peternak agar disiplin menjaga kebersihan kandang, kualitas pakan, dan kesehatan ternak secara berkala. “Pengawasan ketat menjadi kunci agar kualitas hewan kurban tetap terjaga dan masyarakat tidak dirugikan saat momentum Idul Adha,” pungkasnya.

Penulis : Sutikno

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru