Bapenda dan Kejari Nganjuk Perkuat Kepatuhan Pajak Tambang untuk Dukung Layanan Publik

Rabu, 14 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bapenda dan Kepala Kejari Nganjuk saat memberikan sosialisasi Pajak MBLB kepada pelaku usaha tambang di Aula Kejaksaan Negeri Nganjuk, Jumat (13/12/2024). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kepala Bapenda dan Kepala Kejari Nganjuk saat memberikan sosialisasi Pajak MBLB kepada pelaku usaha tambang di Aula Kejaksaan Negeri Nganjuk, Jumat (13/12/2024). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

NGANJUK, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Nganjuk memperkuat upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kolaborasi antara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk. Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan pendampingan hukum dan sosialisasi Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) kepada pelaku usaha tambang, Jumat (13/12/2024).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rapat Kejari Nganjuk ini diikuti oleh sejumlah pengusaha tambang, jajaran Bapenda Nganjuk, serta unsur pimpinan Kejaksaan Negeri Nganjuk. Sosialisasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai kewajiban pajak MBLB sekaligus mendorong kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan.

Kepala Bapenda Kabupaten Nganjuk, Slamet Basuki, menyampaikan bahwa pajak MBLB merupakan salah satu sumber penting pembiayaan pembangunan daerah. Menurut dia, kepatuhan wajib pajak berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan pelayanan publik yang dinikmati masyarakat.

“Pajak MBLB berkontribusi besar dalam mendukung pembiayaan infrastruktur dan pelayanan publik di Kabupaten Nganjuk,” kata Slamet Basuki dalam sambutannya.

Ia mencontohkan, sebagian PAD digunakan untuk membiayai program Jaminan Kesehatan Masyarakat atau Universal Health Coverage (UHC). Setiap tahun, Pemerintah Kabupaten Nganjuk membutuhkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk menjamin kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat, yang sumber dananya berasal dari pajak daerah.

Karena itu, Slamet berharap pelaku usaha tambang dapat melaksanakan kewajiban perpajakan secara bertanggung jawab, baik dari sisi ketepatan waktu maupun besaran pembayaran sesuai ketentuan. Kepatuhan tersebut dinilai penting agar manfaat pajak dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat luas.

Slamet juga mengapresiasi keterlibatan Kejaksaan Negeri Nganjuk dalam pengelolaan dan optimalisasi pajak daerah. Ia menilai pendampingan hukum dari kejaksaan menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat sinergi antarinstansi guna meningkatkan PAD.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Ika Mauluddhina, menyatakan pihaknya mendukung penuh kerja sama dengan Bapenda dalam rangka penguatan kepatuhan pajak daerah. Kejaksaan, kata dia, memiliki fungsi pendampingan hukum, khususnya dalam penagihan dan pengawasan pajak.

“Kami mengedepankan fungsi preventif. Sebelum masuk ke ranah penindakan pidana, kami berupaya mendorong agar kewajiban pajak dapat dipenuhi sesuai aturan,” ujar Ika.

Ia mengingatkan bahwa sistem perpajakan daerah menganut prinsip self-assessment, di mana wajib pajak menghitung dan melaporkan kewajibannya secara mandiri. Oleh karena itu, pelaku usaha diminta menghindari praktik manipulatif yang dapat berujung pada sanksi hukum.

Dalam kegiatan tersebut, Kejari Nganjuk juga melakukan pengecekan awal terhadap kewajiban pajak MBLB yang harus disetorkan oleh pelaku usaha tambang. Pemaparan mengenai konsekuensi hukum disampaikan sebagai bagian dari edukasi agar kepatuhan tumbuh sejak dini.

Melalui pendampingan dan sosialisasi ini, Pemkab Nganjuk berharap potensi pelanggaran dapat ditekan, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemungutan pajak. “Kepatuhan pajak MBLB dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga berkontribusi langsung pada kualitas layanan publik yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,”tandasnya.

Penulis : Masruroh

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru