SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menerima penghargaan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) atas dukungan dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Kecamatan Buduran. Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas sinergi pemerintah daerah dalam membantu proses evakuasi dan penanganan korban saat insiden terjadi.
Penghargaan diserahkan langsung Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Sigit P. H., kepada Bupati Sidoarjo Subandi di Pendopo Pemkab Sidoarjo, Senin (16/3). Momentum itu sekaligus menjadi ajang memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan lembaga SAR dalam menghadapi potensi bencana di wilayah tersebut.
Insiden runtuhnya bangunan di lingkungan Ponpes Al-Khoziny beberapa waktu lalu sempat menyita perhatian publik. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, pemerintah daerah, relawan, serta unsur TNI-Polri bergerak cepat melakukan proses pencarian dan penyelamatan terhadap para korban.
Dalam operasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berperan aktif mendukung berbagai kebutuhan teknis di lapangan. Mulai dari penyediaan fasilitas, koordinasi antarinstansi, hingga dukungan logistik untuk mempercepat proses evakuasi korban.
Keterlibatan pemerintah daerah dinilai membantu memperlancar operasi SAR yang berlangsung di lokasi kejadian. Sinergi lintas lembaga itu dinilai menjadi kunci dalam mempercepat penanganan situasi darurat.
Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Basarnas kepada pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan penanganan insiden tersebut tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara Pemkab Sidoarjo dan Basarnas berjalan baik, terutama saat penanganan musibah runtuhnya bangunan di Ponpes Al-Khoziny,” ujar Subandi.
Sementara itu, Kepala Basarnas Surabaya Nanang Sigit menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah sangat membantu proses operasi SAR di lapangan. Ia menyebut koordinasi yang baik mempercepat pencarian serta evakuasi korban.
“Tanpa dukungan maksimal dari Pemkab Sidoarjo, tentu operasi penyelamatan saat itu tidak akan berjalan secepat dan seefektif yang terjadi,” kata Nanang.
Selain membahas operasi SAR, Bupati Subandi juga menyinggung tantangan kebencanaan lain yang dihadapi Kabupaten Sidoarjo, terutama potensi banjir di kawasan timur daerah tersebut. Pemerintah daerah saat ini tengah membangun sejumlah rumah pompa di titik rawan genangan untuk mengurangi risiko banjir saat musim hujan atau pasang air laut.
Upaya mitigasi tersebut diharapkan dapat meminimalkan dampak bencana bagi masyarakat. Pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dengan Basarnas jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam proses evakuasi warga terdampak.
Kunjungan Basarnas Surabaya ke Sidoarjo tidak hanya menjadi momentum penyerahan penghargaan, tetapi juga memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga SAR dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan efektif di wilayah Sidoarjo.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar