MATARAM, RadarBangsa.co.id – Kasus stroke yang masih menjadi penyebab kematian dan kecacatan tinggi membuat PSC 119 MEMS Kota Mataram bergerak cepat. Lewat program BESTIE STROKE atau Bersama Siswa Tingkatkan Edukasi Stroke, pelajar SMP dan SMA kini dilatih mengenali tanda awal stroke dan cara penanganan darurat.
Program edukasi tersebut kembali digelar di SMPN 2 Mataram dan SMPN 10 Mataram pada Senin (25/5/2026). Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilaksanakan di SMPN 17 Mataram dan SMPN 12 Mataram.
Tim PSC 119 MEMS dipimpin langsung dokter PSC, dr. I Dewa Bagus Nyoman Ditya atau dr. Ditya. Dalam kegiatan itu, siswa diberikan pemahaman mengenai gejala stroke melalui metode “SeGeRa Ke RS” agar penanganan pasien tidak terlambat.
“Dengan melibatkan siswa SMP dan SMA, kami berharap mereka dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengenali gejala stroke menggunakan metode SeGeRa Ke RS,” ujar dr. Ditya.
Tidak hanya teori, para siswa juga dilatih melakukan tindakan pertama saat menemukan kasus stroke di lingkungan sekitar. Mereka dikenalkan cara menggunakan fitur Emergency Button sebagai bagian dari sistem panggilan darurat PSC 119 MEMS.
Langkah ini dinilai penting karena banyak kasus stroke terlambat ditangani akibat minimnya pemahaman masyarakat terhadap gejala awal. Padahal, keterlambatan beberapa menit saja dapat meningkatkan risiko kecacatan permanen hingga kematian.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terkait pentingnya deteksi dini stroke,” jelas dr. Ditya.
Program BESTIE STROKE sendiri sudah berjalan sejak Juli 2025 dan terus diperluas ke sekolah-sekolah di Kota Mataram. Total ada 12 sekolah yang menjadi sasaran, terdiri dari enam SMP/MTs dan enam SMA/MA.
Menurut dr. Ditya, pelajar dipilih karena dinilai memiliki peran strategis dalam menyebarkan edukasi kesehatan kepada keluarga, terutama orang tua dan lansia yang paling rentan terkena stroke.
“Kami berharap siswa mampu menyebarkan informasi penting tentang stroke kepada keluarga dan lingkungan sekitar,” katanya.
Selain turun ke sekolah, PSC 119 MEMS juga aktif melakukan sosialisasi ke berbagai komunitas masyarakat. Edukasi dilakukan bersama tim dokter, perawat PSC, serta PKRS RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram.
“Melalui program ini, PSC 119 MEMS berharap kesadaran masyarakat terhadap gejala stroke semakin meningkat sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan risiko kematian maupun kecacatan dapat ditekan, “pungkasnya.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar